TRIBUN WIKI
Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Hutan Dibabat Karena Alasan PSN
Film dokumenter Pesta Babi menggambarkan kerusakan hutan akibat pembukaan lahan di Papua Selatan oleh pemerintah.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Film dokumenter Pesta Babi merupakan karya Dandhy Dwi Laksono, dan Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua)
- Film ini menggambarkan penjajahan masa kini dalam bentuk pengerusakan hutan berdalih proyek strategis nasional (PSN)
- Dalam film digambarkan ada empat suku yang terdampak akibat pembabatan hutan ini
- Suku yang terdampak adalah suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di wilayah Papua Selatan (Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi)
TRIBUN-MEDAN.COM,- Dandhy Dwi Laksono, jurnalis dan pembuat film dokumenter serta pendiri Watchdoc kembali menghadirkan sebuah karya film dokumenter berjudul Pesta Babi.
Adapun film dokumenter Pesta Babi ini direkam dan diproduksi dari tahun 2024 hingga 2025, dan selesai pada tahun 2026.
Film ini kemudian resmi rilis pada April 2026, dan mengundang perhatian publik.
Baca juga: Sinopsis Mortal Kombat II, Film Tanpa Adegan Post-Credit Beserta Daftar Pemerannya
Para aktivis dan pegiat kemanusiaan ramai melakukan kegiatan nonton bareng.
Tapi sayangnya, kegiatan nonton bareng yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram, Jumat (8/5/2026) malam justru dibubarkan pihak rektorat.
Tidak ada alasan jelas kenapa rektorat membubarkan kegiatan ini.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, yang disebut sebagai pemberi perintah pembubaran belum memberikan klarifikasi atas tindakannya tersebut.
Baca juga: Sinopsis Badut Gendong, Aksi Balas Dendam Berdarah Berlatar Folk Horor Jawa
“Kalau kampus takut pada film, lalu siapa lagi yang mau merawat ruang adu gagasan? Kampus mestinya jadi tempat mengadu beda pendapat, saling menguji argumen lewat diskusi, tulisan, riset, atau bahkan film. Bukan membubarkan nobar hanya karena isi film dianggap mengganggu kondusivitas,” kata Ketua Senat Mahasiswa FUSA UIN Mataram, Raden Turmuzi, seperti dikutip dari Kompas.com.
Meski sempat melakukan dialog, tapi kegiatan nobar ini tetap dibubarkan oleh satpam.
Lantas, apa sih isi film dokumenter Pesta Babi ini?
Baca juga: Sinopsis dan Link Nonton Istri Paruh Waktu MDTV yang Dibintangi Audi Marissa dan Arifin Putra
Tentang film dokumenter Pesta Babi
Judul lengkap dokumenter ini adalah Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, yang selesai diproduksi pada awal 2026 setelah dua tahun pengambilan gambar dan riset mendalam di wilayah Papua Selatan, mencakup Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Film ini mengangkat kisah nyata dan investigasi mendalam tentang perjuangan empat kelompok masyarakat adat, Suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu, yang hidup dan bergantung sepenuhnya pada hutan, sungai, dan tanah leluhur mereka, yang kini terancam hilang selamanya oleh proyek pembangunan skala raksasa yang dijalankan atas nama ketahanan pangan dan transisi energi nasional.
Baca juga: Sinopsis Drakor Perfect Crown Episode 5, Pangeran Agung I-an Ragu Soal Pernikahan
Cerita dibuka dengan pemandangan yang kuat dan penuh makna: puluhan laki-laki adat memanggul batang kayu besar sepanjang puluhan meter, mengaraknya melintasi hutan, lalu menancapkannya menjadi simbol salib merah di tengah wilayah adat mereka.
Itu bukan sekadar ritual biasa, melainkan pernyataan perlawanan yang tegas, ditampilkan beriringan dengan rekaman pembabatan hutan yang masif, di mana ribuan hektare hutan tua yang telah dijaga turun-temurun berubah menjadi tanah kosong dalam waktu singkat, dikawal ketat oleh aparat keamanan bersenjata.
Proyek ini merencanakan konversi total seluas 2,5 juta hektare lahan menjadi perkebunan industri sawit dan tebu, yang hasilnya akan digunakan untuk bahan bakar nabati dan pangan nasional, proyek yang menurut penelusuran dalam film, sebenarnya telah dirancang dan dikembangkan secara bertahap sejak era pemerintahan Soeharto, berlanjut hingga masa sekarang, dengan melibatkan jaringan pengusaha besar dan kekuasaan politik yang saling berkaitan.
Baca juga: Sinopsis Film Salmokji: Whispering Water, Waduk Angker yang Telan Korbannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/film-dokumenter-Pesta-Babi.jpg)