Profil dan Tokoh
Profil Paus Leo XIV, Pemimpin Gereja Katolik yang Dihina Donald Trump dengan Kata-kata Kasar
Robert Francis Prevos atau Paus Leo XIV, Paus ke‑267 Gereja Katolik mendapat hinaan dari Presiden AS Donald Trump.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Paus Leo XIV mendapat hinaan dan kata-kata kasar dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal itu terjadi setelah Paus Leo XIV mengkritik kebijakan AS yang turut melakukan penyerangan terhadap Iran.
Paus Leo XIV mendorong perdamaian, agar jangan ada lagi perang yang menelan korban jiwa.
Namun, apa yang disampaikan Paus Leo XIV justru direspon Donald Trump dengan cara yang sangat kasar.
Baca juga: Profil Zhazha, Caster Esports Naraka: Bladepoint Menghitamkan Wajah Usai Dikritik Terlalu Seksi
Ia melontarkan kata-kata yang tidak pantas, hingga menyinggung umat Katolik dunia.
"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip Senin (13/4/2026).
Baca juga: Profil Muhibuddin, Kajati Sumut yang Baru Bekas Penyidik KPK
"Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," kata Trump lagi.
Ucapan Trump ini dianggap sebagai pelecehan terhadap pemimpin tertinggi umat Katolik.
Oleh karena itu, banyak kecaman datang ke Trump, termasuk dari sejumlah pemimpin dunia.
Profil Paus Leo XIV atau Robert Prevost
Paus Leo XIV memiliki nama lengkap Robert Francis Prevost.
Ia lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 14 September 1955.
Robert Prevost berasal dari Ordo Santo Agustinus (OSA).
Ia merupakan Sarjana Matematika lulusan Villanova University, 1977.
Selain itu, Robert Prevost juga merupakan lulusan Catholic Theological Union, Chicago.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Paus-Leo-XIV-dihina-trump.jpg)