Medan Terkini

Pemilik Warung di Sunggal Sebut Preman yang Ancam Bakar Warungnya Minta Uang Rp 250 Ribu

Aksi premanisme dialami oleh seorang pemilik warung grosir di Jalan Medan-Binjai, tepatnya di simpang Paya Geli, Desa Kampung Lalang.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
MINTA SETORAN KEAMANAN - Ibrahim, pemilik warung yang hendak dibakar oknum preman saat ditemui di warungnya, Selasa (14/4/2026). Dijelaskan pria 54 tahun ini, cekcok yang terjadi pada Minggu (12/4/2026) kemarin terjadi karena ia menolak dimintai uang 250 ribu rupiah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi premanisme dialami oleh seorang pemilik warung grosir di Jalan Medan-Binjai, tepatnya di simpang Paya Geli, Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Informasi yang didapat, oknum preman yang mengaku dari salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) itu hendak membakar warung milik Ibrahim. 

Menurut penuturan Ibrahim, peristiwa yang dialaminya itu terjadi pada Minggu (12/4/2026) kemarin sekira pukul 10.30 WIB. Ia menjelaskan, saat itu oknum tersebut datang ke warungnya hendak meminta uang kutipan dengan dalih uang keamanan sebesar 250 ribu rupiah. 

"Jadi, pertama, dia mau minta uang keamanan per bulan. Terus, sekalian dia mau ngambil 5 bulan. Dari bulan 4 ini sampai bulan sekian, totalnya 250 ribu," ujar Ibrahim, Selasa (14/4/2026). 

Katanya, selama ini memang ia rutin dimintai uang keamanan sebesar 50 ribu rupiah per bulannya. Dengan besarnya uang yang diminta langsung lima bulan dengan total 250 ribu rupiah tentunya ia merasa keberatan. 

Katanya, uang sebesar itu tak mungkin ia berikan secara langsung dimana dengan usahanya ini ia menutupi segala kebutuhan rumah tangga untuk kembali memutarkan modal dagangannya. Meskipun sebelumya bersedia membayar uang keamanan, namun pria berusia 54 tahun itu mengaku sebagai pedagang ia merasa keberatan dengan adanya kutipan tak resmi ini. 

"Kita ini jualan kecil-kecilan pas-pasan, kan enggak mungkin kita kasih. Kalau 50 kemarin diminta okelah, tapi ini langsung sekaligus. Di situlah makanya marah dia," ucapnya. 

Karena permintaannya ditolak Ibrahim, oknum preman itu lantas mengambil sebuah botol yang diduga berisikan cairan bahan bakar. Saat kembali ke warung tersebut, oknum itu langsung menyiramkan cairan ke seluruh warung Ibrahim sambil mengancam akan membakarnya. 

"Ku bakar kau, ku bakar," ucap oknum preman dalam rekaman video yang beredar. 

Dijelaskan Ibrahim, tak hanya berniat membakar warungnya bahkan preman tersebut sempat cekcok hingga oknum tersebut diduga ingin menusuk korban. Dimana, saat cekcok kemarin Ibrahim melihat jika oknum tersebut terlihat membawa sebilah pisau. 

Beruntung, warga sekitar yang mengetahui peristiwa ini langsung melerai keduanya. Setelah ditenangkan warga, Ibrahim mengaku oknum tersebut sedikit tenang usai ia memberikan uang setoran untuk bulan ini sebesar 50 ribu rupiah. 

"Ku kasih 50 ribu untuk bulan ini, barulah dia tenang. Kalau enggak, dia tetap sama juga dia mau mengancam-mengancam terus. Sampai ku bilang juga peraturan siapa ini, kan saya yang punya kedai, tapi tetap minta juga dia," katanya. 

Menanggapi kasus ini, Kapolsek Sunggal Kompol M Yunus Tarigan melalui Kasi Humas Polsek Sunggal Bripka P Tarigan membenarkan adanya tindakan premanisme ini. Dalam keteran resmi yang didapat, tim Polsek Sunggal telah mendatangi korban dan kini masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku. (mns/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Tags
preman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved