TRIBUN WIKI

6 Makanan Non Halal Khas Natal dan Tahun Baru yang Sering Disajikan untuk Keluarga

6 makanan non halal yang biasa disajikan saat momen Natal dan Tahun Baru umumnya berbahan dasar daging babi.

Editor: Array A Argus
Pinterest
MAKANAN NON HALAL- Saat Natal dan Tahun Baru ada beragam makanan non halal yang disajikan untuk keluarga inti dan juga tamu. Umumnya makanan tersebut berbahan baku daging babi. 
Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga di Indonesia.

Umumnya, mereka akan berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan spesial bersama orang-orang terdekat.

Selain makna keagamaan dan pergantian tahun, tradisi menyajikan makanan khas juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan ini.

Baca juga: 5 Resep Makanan Non Halal Daging Babi, Nomor 2 Cocok Dikonsumsi saat Sakit

Di berbagai daerah, hidangan Natal dan Tahun Baru kerap disiapkan secara khusus, baik untuk santap keluarga inti maupun menjamu sanak saudara dan tamu yang datang berkunjung ke rumah. 

Menu yang disajikan umumnya berbeda dari makanan sehari-hari, karena dianggap sebagai simbol sukacita dan rasa syukur atas momen besar yang dirayakan.

Sebagian masyarakat Kristen di Indonesia memiliki tradisi menyajikan makanan non halal, terutama yang berbahan dasar daging babi.

Pilihan ini bukan tanpa alasan, sebab daging babi telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner di sejumlah daerah dan diwariskan secara turun-temurun dalam perayaan keagamaan.

Baca juga: Resep Babi Rica, Makanan Non Halal dengan Cita Rasa Pedas

Kuliner Non Halal Populer di Kota Medan
Kuliner Non Halal Populer di Kota Medan (HO)

Tak hanya daging babi, ada pula hidangan non halal lain yang menggunakan bebek yang dimasak dengan bumbu rempah khas dan campuran alkohol, seperti anggur atau cuka fermentasi.

Proses pengolahan ini dipercaya mampu meningkatkan aroma, cita rasa, sekaligus daya tahan masakan.

Berikut ini adalah daftar makanan non halal yang kerap menjadi menu favorit saat Natal dan Tahun Baru di Indonesia, lengkap dengan asal daerah dan ciri khas pengolahannya.

Baca juga: YUK Dicoba, Resep Babi Kecap Khas Batak, Makanan Non Halal yang Kaya Rempah

6 makanan non halal sajian Natal dan Tahun Baru

1. Babi Guling

Babi guling merupakan salah satu hidangan paling populer saat perayaan Natal, khususnya di Bali dan daerah dengan komunitas Kristen yang kuat.

Hidangan ini biasanya disajikan dalam porsi besar untuk disantap bersama keluarga dan kerabat.

Proses memasaknya cukup unik, yakni dengan memanggang seekor babi utuh yang telah diisi bumbu rempah khas, lalu diputar perlahan di atas bara api hingga matang merata.

Perpaduan rempah seperti bawang, ketumbar, lengkuas, dan serai membuat babi guling memiliki cita rasa gurih dan aroma yang kuat.

SAJIAN NATAL- Sup brenebon kaki babi adalah hidangan berkuah yang cocok disuguhkan di momen Natal dan Tahun Baru.
SAJIAN NATAL- Sup brenebon kaki babi adalah hidangan berkuah yang cocok disuguhkan di momen Natal dan Tahun Baru. (Cookpad)

2. Babi Kecap

Babi kecap menjadi hidangan rumahan yang sangat umum dijumpai saat Natal.

Menu ini disukai karena rasanya yang manis, gurih, dan mudah diterima oleh berbagai usia.

Daging babi dimasak perlahan dengan kecap manis, jahe, bawang putih, dan bawang merah, sehingga menghasilkan tekstur empuk dan bumbu yang meresap.

Babi kecap sering disajikan sebagai lauk utama pendamping nasi putih saat perayaan keluarga.

3. Babi Panggang Karo (BPK)

Babi Panggang Karo, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BPK, merupakan kuliner khas masyarakat Karo, Sumatera Utara.

Hidangan ini hampir selalu hadir dalam acara adat dan perayaan besar, termasuk Natal.

Daging babi dipanggang hingga bagian luarnya renyah, lalu disajikan bersama sambal khas Karo yang disebut sambal andaliman.

Rasa pedas dan sensasi getir dari andaliman menjadi ciri khas yang membedakan BPK dari olahan babi lainnya.

4. Bebek Panggang Bumbu Rempah Alkohol

Hidangan ini dikenal di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan, di mana bebek dimarinasi menggunakan rempah-rempah serta campuran alkohol, seperti anggur atau cuka fermentasi.

Penggunaan alkohol dalam proses marinasi bertujuan untuk menghilangkan aroma amis dan memperkaya rasa.

Setelah dimarinasi, bebek dipanggang hingga matang sempurna dan menghasilkan aroma yang kuat serta cita rasa khas yang berbeda dari olahan bebek biasa.

5. Tinoransak Babi

Tinoransak babi berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan menjadi salah satu menu wajib saat Natal.

Hidangan ini dikenal dengan aroma asap yang khas dan rasa pedas yang menggugah selera.

Daging babi dimasak bersama rempah-rempah khas Minahasa, lalu dimasukkan ke dalam bambu dan dipanggang hingga matang.

Teknik memasak tradisional ini menghasilkan cita rasa unik yang sulit ditemukan pada masakan lain.

6. Rica-Rica Babi

Rica-rica babi merupakan olahan khas Sulawesi yang hampir selalu hadir saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Masakan ini terkenal dengan rasa pedas segar dan aroma rempah yang kuat.

Bahan utama yang digunakan antara lain cabai merah, bawang, daun kemangi, serta perasan jeruk, sehingga menciptakan rasa pedas, asam, dan wangi yang seimbang.

Rica-rica babi biasanya disajikan sebagai lauk utama dan dinikmati bersama nasi hangat.

Beragam hidangan non halal khas Natal dan Tahun Baru tersebut tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan Natal melalui makanan, yang diwariskan dari generasi ke generasi.

(tribun-medan.com)

Ditulis oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Silvie Khoiriyah

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved