Senin, 29 Juni 2026

Berita Tapteng

Kasus Boy Simamora Tewas Diterkam Buaya di Tapteng, Pengacara Ungkap Kejanggalan

Parlaungan mengaku menemukan sejumlah hal yang menurutnya janggal terkait penyebab kematian Boy yang sebelumnya diduga akibat serangan buaya.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
CEK TKP - Parlaungan Silalahi Kuasa Hukum Keluarga Boy Simamora melakukan pengecekan ulang tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ditemukannya jasad Boy di areal perkebunan kelapa sawit, Desa Sampang Maruhur, Tapteng. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kuasa hukum keluarga Boy Simamora, Parlaungan Silalahi, melakukan pengecekan ulang tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ditemukannya jasad Boy di areal perkebunan kelapa sawit, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (28/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Parlaungan mengaku menemukan sejumlah hal yang menurutnya janggal terkait penyebab kematian Boy yang sebelumnya diduga akibat serangan buaya.

Menurut Parlaungan, selama setengah hari berada di lokasi, timnya tidak melihat keberadaan buaya di sekitar TKP.

Ia juga mempertanyakan posisi ditemukannya pakaian korban yang disebut terpisah hampir satu kilometer dari lokasi jasad ditemukan.

“Jasad dan pakaian korban ditemukan di lokasi yang berbeda. Ini menjadi salah satu hal yang menurut kami perlu didalami,” ujarnya.

DITERKAM BUAYA - Pihak keluarga Boy Simamora (21) yang awalnya disebut tewas akibat diterkam buaya kini mulai diragukan pihak keluarga.Boy Simamora merupakan warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.
DITERKAM BUAYA - Pihak keluarga Boy Simamora (21) yang awalnya disebut tewas akibat diterkam buaya kini mulai diragukan pihak keluarga.Boy Simamora merupakan warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah. (TRIBUN MEDAN)

Parlaungan mengatakan, saat peristiwa terjadi pihak keluarga belum didampingi kuasa hukum. Ia juga menyayangkan keluarga tidak dapat menyaksikan proses autopsi.

Ia turut menyoroti adanya dugaan intervensi terhadap keluarga korban. Menurutnya, keluarga diminta menandatangani dokumen di atas jenazah dan menerima santunan sebesar Rp3 juta.

Selain itu, Parlaungan mengaku telah mendatangi Polsek Manduamas untuk meminta penjelasan terkait penanganan perkara. Namun, menurutnya, jawaban yang diberikan belum memuaskan.

Ia juga mempertanyakan mengapa kakek (oppung) korban yang pertama kali menemukan jasad baru dimintai keterangan setelah pihaknya mendatangi Polsek Manduamas.

“Kami juga mempertanyakan pelimpahan perkara ke Polres Tapanuli Tengah yang menurut kami dilakukan terlalu cepat. Dugaan kami, kasus ini diarahkan seolah-olah korban meninggal karena dimakan buaya. Kami hanya meminta kepastian hukum demi keadilan keluarga,” katanya.

Parlaungan mengungkapkan hingga kini, lebih dari 14 hari setelah autopsi dilakukan, pihak keluarga mengaku belum menerima hasil resmi autopsi. Padahal, menurut informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, hasil autopsi disebut telah selesai dan berada di RSUD Pandan.

“Jika memang hasil autopsi belum diberikan kepada keluarga, kami mempertimbangkan untuk mengajukan autopsi ulang karena saat autopsi sebelumnya keluarga tidak dilibatkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya seorang saksi disebut sebut Oscar yang mengaku melihat korban diterkam buaya. Menurut Parlaungan, keterangan tersebut perlu diuji melalui proses penyidikan karena dinilai belum didukung bukti.

Parlaungan meminta Polres Tapanuli Tengah melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh pihak yang telah dimintai keterangan agar penyebab kematian Boy Simamora dapat diungkap secara objektif.

Sementara itu, ayah korban, Lamsehat Simamora (46), juga mempertanyakan keberadaan empat tandan buah kelapa sawit yang diduga dicuri sebelum peristiwa terjadi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Senin, 29 Juni 2026 | 02:00 WIB
South Africa
Afrika Selatan
0 - 1
Canada
Kanada
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved