Senin, 29 Juni 2026

Berita Tapteng

Ayah Boy Simamora Ragu Anaknya Tewas Diterkam Buaya, Curiga Jadi Korban Pembunuhan: Terlalu Rapi

jenazah anaknya ditemukan adanya diduga luka tusuk di leher dan remuk di kepala bagian belakang, sayatan di pangkal paha anak malangnya tersebut. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
DITERKAM BUAYA - Pihak keluarga Boy Simamora (21) yang awalnya disebut tewas akibat diterkam buaya kini mulai diragukan pihak keluarga.Boy Simamora merupakan warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG - Misteri kematian Boy Simamora (21) yang awalnya disebut tewas akibat serangan buaya kini mulai diragukan pihak keluarga.

Boy Simamora merupakan warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Ia awalnya disebut tewas akibat serangan buaya di Sungai Sanga Matua setelah berusaha melarikan diri dari area perkebunan PT Nauli Sawit pada Rabu (27/5/2026) lalu.

Kini tewasnya Boy Simamora akibat serangan buaya perlahan ditolak pihak keluarga, sebab luka pada jenazah dianggap tidak sesuai dengan ciri serangan hewan buas.

Bahkan, keluarga menduga ada unsur pembunuhan dan rekayasa kejadian tewasnya Boy Simamora.

Potongannya terlalu rapi

Saudara Lamsehat Simamora (46), ayah Boy Simamora menungkap, jenazah anaknya ditemukan adanya diduga luka tusuk di leher dan remuk di kepala bagian belakang, sayatan di pangkal paha anak malangnya tersebut. 

Selain itu, dia curiga bagian tangan yang terputus seperti bekas benda tajam bukan ciri serangan buaya

"Potongan lengannya terlalu rapi seperti tidak bekas cabik-cabik buaya, luka dipangkal paha tidak diambil sampelnya padahal kepala di bedah," sebut Lamsehat Simamora di Desa Sampang Maruhur, Sabtu (27/6/2026) sore. 

Untuk itu, dia meminta agar pihak kepolisian segera memproses laporan mereka di Polsek Manduamas yang kini telah dilimpahkan ke Polres Tapanuli Tengah. 

"Beri kami keadilan atas kematian anak saya. Tidak mau saya kalau satu lubang di leher anak saya bekas gigitan buaya," ucapnya lirih. 

Bantah jadi Ninja Sawit

Pengacara keluarga Boy, Parlaungan Silalahi mengatakan,  dirinya bersama keluarga korban telah melakukan penyisiran ke lokasi penemuan mayat di sekitar aliran Sungai Saga Matua yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan PT Nauli Sawit.

Dia mencatat seluruh rangkaian dugaan adanya aktivitas "Ninja Sawit" yang dilakukan Boy Simamora beserta kesembilan temannya, hingga Boy dinyatakan hilang, pencarian keluarga, penemuan pakaian korban, lokasi penemuan jenazah, sebilah parang yang ditemukan dengan jarak lokasi tidak saling berjauhan. 

"Sebilah parang tersebut telah kami serahkan ke pihak kepolisian sebagai alat bukti tambahan," kata Parlaungan. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Senin, 29 Juni 2026 | 02:00 WIB
South Africa
Afrika Selatan
0 - 1
Canada
Kanada
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved