Longsor di Batangtoru
Sosok Ibu dan Anak Korban Longsor di Batangtoru, Kejadian Pilu 21 Tahun Lalu Terulang Lagi
Keduanya tertimbun longsor saat hujan deras yang mengguyur sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga kini jasad keduanya belum dievakuasi.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU - Inilah sosok ibu dan anak yang tertimbun longsor di Wek 1, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (18/5/2026).
Identitas ibu dan anak korban longsor di Batangtoru masing-masing Yasine Gulo dan Sariman Gulo.
Keduanya tertimbun longsor saat hujan deras yang mengguyur sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga kini jasad keduanya belum dievakuasi.
Sosok korban
Sosok Yasine Gulo merupakan ibu sekaligus kepala keluarga. Suaminya lebih dahulu berpulang akibat longsor pada 2005 silam.
Kejadian 21 tahun itu juga merenggut nyawa putri tersayang mereka.
Tanpa kehadiran suami yang sudah berpulang, Yasine Gulo membesarkan anak-anaknya seorang diri.
Ia bekerja sebagai petani menghidupi delapan orang anaknya.
Sementara itu, Sariman sebagai anak sulung dikenal pria yang ulet. Ia membantu ekonomi ibunya dengan bekerja menjaga sebagai penjaga kebun milik orang lain.
Terkadang, mereka juga diupah untuk mengambil kayu dengan sinso.
Kehilangan suami dan putri terkasih
Fakta pilu atas apa yang dialami Yasine Gulo dan Sariman Gulo, ternyata menguak fakta yang menyedihkan.
Betapa tidak, ternyata pada 2005 lalu, Yasine lebih dulu merasakan kehilangan suami dan putri terkasihnya.
Penyebabnya sama, longsor. 21 tahun lalu longsor merenggut nyawa suami dan putrinya.
Saat itu, longsor sampai masuk ke dalam rumah.
"Suami dan putri dari korban sudah meninggal karena longsor. Kejadiannya 2005 lalu. Ini kejadian kedua," ujar Kepala Lingkungan II Wek 1, Batangtoru, Asmara Budi Daulay.
Dibawa mengungsi ke kantor camat
Anak-anak korban longsor Wek 1, Batangtoru, Tapanuli Selatan dibawa mengungsi ke kantor kecamatan pukul 21.30 WIB, Senin (18/5/2026).
Tindakan mengungsikan anak-anak korban longsor ini dilakukan karena khawatir adanya longsor susulan, mengingat lokasi longsor hanya 50 meter saja di belakang rumah.
Ketujuh anak korban dibawa mengungsi ke musala setelah diperintahkan Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar.
"Para anak korban kami bawa menungsi ke kantor camat karena khawatir adanya longsor susulan. Besok pagi akan kami lakukan proses evakuasi pencarian jasad kedua korban yang tertimbun longsor," ujar Mara Tinggi.
Berikut kronologi ibu dan anak tertimbun longsor di Batangtoru yang sudah dirangkum Tribun-medan.com:
Berawal saat memperbaiki air
Cerita awal mula Yasine Gulo dan putra tertimbun longsor dimulai ketika hendak memperbaiki air.
Hujan deras yang mengguyur sejak sore tadi membuat rumah mereka mulai masuk air. Diketahui rumah mereka yang terbuat dari papan itu berada di areal perbukitan.
Sariman sebagai anak sulung pergi ke belakang rumah untuk memperbaiki arah air agar tak lagi masuk ke rumah.
"Abang duluan yang pergi ke belakang rumah lalu ibu menyusul. Air sudah masuk rumah karena hujannya lebat. Aku tadi masih lihat abang naik, dia pakai baju hitam," ujar anak korban, Viki Gulo.
Suara gemuruh
Sekitar 15 menit berada di belakang rumah, suara gemuruh sepeti pohon tumbang mendadak terdengar dari arah belakang. Ternyata, longsor sudah terjadi.
"Aku lihat sudah longsor. Batu yang ada di atas sudah ikut longsor. Kupangggil-panggil ibu dan abang, gak ada balasan," ujar Viki.
Harapan ibu dan abangnya masih selamat dalam kejadian ini menipis, mengingat hingga dua jam sejak kejadian, keduanya belum pulang ke rumah.
"Ini sudah kelamaaan. Kalaulah mereka masih selamat dari kejadian longsor, mama dan abang pasti sudah pulang," jelasnya.
Istri korban histeris
Mawarni Gea, istri Sariman Gulo yang belakangan sampai ke rumah mendadak histeris mengetahui suami dan ibu mertuanya tertimbun longsor.
Ia histeris lalu berusaha pergi ke belakang rumah untuk mencari suami dan ibu mertuanya, namun niat itu ditahan oleh adik dan warga.
"Tenangkan dulu. Jangan pergi ke sana, takutnya ada longsor susulan lagi," ujar Viki.
Mawarni memang sempat mengurungkan niatnya pergi belakang rumah, namun ia masih meraung-raung.
Jasad belum dievakuasi
Hingga kini, jasad Yasine Gulo dan putranya, Sariman Gulo belum dievakuasi dari lokasi longsor.
Sewaktu kejadian, para keluarga korban dibantu warga hingga kepolisian sudah berusaha mencari jasad keduanya, namun hasilnya nihil.
"Kami sudah melakukan pencarian terhadap korban bersama masyarakat, namun korban belum ditemukan," ujar Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar Siboro.
Proses evakuasi baru akan dilakukan besok pagi mulai pukul 08.00 WIB.
"Evakuasi dilakukan besok pagi mengingat kondisi yang hingga kini masih hujan. Khawatir adanya longsor susulan," pungkasnya.
(ase/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kronologi dan Fakta Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Kejadian Serupa 21 Tahun Lalu |
|
|---|
| Terdampak Banjir, Sebagian Warga Mengungsi ke Sopo Godang dan Gereja Lama HKBP |
|
|---|
| Keluarga Panik Tak Bisa Hubungi Kerabat di Sibolga–Tapteng, Ini Penyebab Jaringan Terganggu |
|
|---|
| Listrik Padam, Jaringan Komunikasi ke Sibolga–Tapteng Sempat Mati Total |
|
|---|
| Banjir Bandang Terjang Batangtoru Tapsel, Dua Warga Tewas dan Ratusan Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban-longsor-batangtoru-tribunmedan1.jpg)