Berita Tapsel Terkini

2 Menteri Puji Bupati Tapsel Gus Irawan soal Bencana, Pengamat: Runtuhnya Stigma Tak Pernah Selesai

Kabupaten Tapanuli Selatan selama ini sering mendapat stigma yang identik dengan beragam persoalan yang 'tak pernah selesai'.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KUNJUNGI PENGUNGSI - Bupati Tapsel Gus Irawan saat mengunjungi pengungsi korban banjir bandang di Puskesmas Batangtoru, Kamis (28/11/2025). Ia meminta warga bersabar dalam musibah ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Kabupaten Tapanuli Selatan selama ini sering mendapat stigma yang identik dengan beragam persoalan yang 'tak pernah selesai'.

Kini stigma tersebut agaknya sudah mulai runtuh dengan bukti kerja yang dilakukan Bupati Tapsel hingga mendapat pujian dua menteri sekaligus, Maruarar Sirat dan Tito Karnavian.

Demikian disampaikan pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Bakhrul Khair Amal dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).

"Apresiasi yang diberikan pemerintah pusat berupa pujian ke Gus Irawan meruntuhkan stigma Tapsel selama ini yang identik dengan ‘tak pernah selesai’ terbantahkan dengan kerja cepat dalam penanganan bencana," ujarnya.

Ia menegaskan pengamatannya terhadap cara Pemkab Tapsel menangani bencana. Terlebih Tapsel sudah menjadi perhatian serius, apalagi Presiden Prabowo sempat bermalam hingga merayakan tahun baru bersama warga di posko pengungsian Batu Hula.

“Ini saya kira sangat wajar diapresiasi menteri ya. Apalagi saya perhatikan bukan hanya menteri yang datang tapi Presiden pun bermalam di Tapsel mengikuti pergantian tahun,” katanya.

Dari kecepatan penanganan bencana ini, Bakhrul Khair Alam menilai Tapsel dibawah pimpinan Gus Irawan Pasaribu saat ini sudah bisa meruntuhkan stima negatif lama yang menyebut singkatan Tapsel adalah tak pernah selesai.

“Dengan gerak cepat, Pemkab Tapsel kini ternyata membuat semua persoalan kebencanaan menjadi lebih cepat penanganannya dan tepat sasaran,” kata dia.

Dia mengatakan dalam penanganan bencana ini Tapsel punya prestasi lebih awal dibanding beberapa kabupaten lain.

“Tapsel ini punya konsep transparansi dan akuntabilitas tinggi. Penempatan bantuan bencana berdasarkan data valid. Usulan dan pemakaian bencana sesuai fakta dan data lapangan yang konkrit,” jelasnya

Bakhrul Khair Alam menegaskan kenapa Tapsel kemudian yang dianggap berprestasi, itu karena berdasarkan alat ukur dan parameter yang disajikan. “Ya akuntabilitas serta efektivitasnya. Pemkab Tapsel bekerja tidak saja seremonial tapi berbasis kinerja,” katanya.

Menurut dia, penanganan bencana dari tahap awal sudah mendapat apresiasi tinggi karena semua bergerak cepat. “Stigma negatif yang selama ini menempel terkikis oleh kinerja pemerintah daerah,” jelasnya.

Jangan mengeluh, warga butuh kepastian

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Politik Fisipol USU Indra Fauzan beranggapan, komunikasi politik yang kuat dan transparansi penyaluran bantuan dinilai menjadi kunci utama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mendapat apresiasi.

Menurut Indra Fauzan, dalam komunikasi politik, pernyataan yang diberikan Mendagri dan Menteri PKP ke Pemkab Tapsel bukan saja sekadar pujian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved