Longsor di Batangtoru
Kronologi dan Fakta Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Kejadian Serupa 21 Tahun Lalu
Kronologi seorang ibu dan anak tertimbun longsor di Kelurahan Wek 1, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (18/5/2026).
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU - Kronologi seorang ibu dan anak tertimbun longsor di Kelurahan Wek 1, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (18/5/2026).
Identitas ibu dan anak korban longsor di Batangtoru masing-masing Yasine Gulo dan Sariman Gulo.
Keduanya tertimbun longsor saat hujan deras yang mengguyur sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga kini jasad keduanya belum dievakuasi.
Berikut kronologi ibu dan anak tertimbun longsor di Batangtoru yang sudah dirangkum Tribun-medan.com:
Berawal saat memperbaiki air
Cerita awal mula Yasine Gulo dan putra tertimbun longsor dimulai ketika hendak memperbaiki air.
Hujan deras yang mengguyur sejak sore tadi membuat rumah mereka mulai masuk air. Diketahui rumah mereka yang terbuat dari papan itu berada di areal perbukitan.
Sariman sebagai anak sulung pergi ke belakang rumah untuk memperbaiki arah air agar tak lagi masuk ke rumah.
"Abang duluan yang pergi ke belakang rumah lalu ibu menyusul. Air sudah masuk rumah karena hujannya lebat. Aku tadi masih lihat abang naik, dia pakai baju hitam," ujar anak korban, Viki Gulo.
Suara gemuruh
Sekitar 15 menit berada di belakang rumah, suara gemuruh sepeti pohon tumbang mendadak terdengar dari arah belakang. Ternyata, longsor sudah terjadi.
"Aku lihat sudah longsor. Batu yang ada di atas sudah ikut longsor. Kupangggil-panggil ibu dan abang, gak ada balasan," ujar Viki.
Harapan ibu dan abangnya masih selamat dalam kejadian ini menipis, mengingat hingga dua jam sejak kejadian, keduanya belum pulang ke rumah.
"Ini sudah kelamaaan. Kalaulah mereka masih selamat dari kejadian longsor, mama dan abang pasti sudah pulang," jelasnya.
Istri korban histeris
Mawarni Gea, istri Sariman Gulo yang belakangan sampai ke rumah mendadak histeris mengetahui suami dan ibu mertuanya tertimbun longsor.
Ia histeris lalu berusaha pergi ke belakang rumah untuk mencari suami dan ibu mertuanya, namun niat itu ditahan oleh adik dan warga.
"Tenangkan dulu. Jangan pergi ke sana, takutnya ada longsor susulan lagi," ujar Viki.
Mawarni memang sempat mengurungkan niatnya pergi belakang rumah, namun ia masih meraung-raung.
Kejadian serupa 21 tahun lalu
Longsor menimpa keluarga Yasine Gulo dan putranya, lebih dulu merenggut nyawa suami dan putrinya pada 2005 lalu. Saat itu, longsor sampai masuk ke dalam rumah.
"Suami dan putri dari korban sudah pernah menjadi korban longsor. Kejadiannya 2005 lalu. Ini kejadian kedua. Keduanya tewas karena longsor sampai masuk rumah," ujar Kepala Lingkungan II, Wek 1, Batangtoru, Asmara Budi Daulay.
Jasad belum dievakuasi
Hingga kini, jasad Yasine Gulo dan putranya, Sariman Gulo belum dievakuasi dari lokasi longsor.
Sewaktu kejadian, para keluarga korban dibantu warga hingga kepolisian sudah berusaha mencari jasad keduanya, namun hasilnya nihil.
"Kami sudah melakukan pencarian terhadap korban bersama masyarakat, namun korban belum ditemukan," ujar Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar Siboro.
Proses evakuasi baru akan dilakukan besok pagi mulai pukul 08.00 WIB.
"Evakuasi dilakukan besok pagi mengingat kondisi yang hingga kini masih hujan. Khawatir adanya longsor susulan," pungkasnya.
(ase/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Terdampak Banjir, Sebagian Warga Mengungsi ke Sopo Godang dan Gereja Lama HKBP |
|
|---|
| Keluarga Panik Tak Bisa Hubungi Kerabat di Sibolga–Tapteng, Ini Penyebab Jaringan Terganggu |
|
|---|
| Listrik Padam, Jaringan Komunikasi ke Sibolga–Tapteng Sempat Mati Total |
|
|---|
| Banjir Bandang Terjang Batangtoru Tapsel, Dua Warga Tewas dan Ratusan Mengungsi |
|
|---|
| Banjir Bandang Batangtoru, 2 Warga Aek Ngadol Tewas, Ratusan Warga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-korban-longsor-di-Wek-1-Batangtoru-Tapanuli-Selatan11.jpg)