PSMS Medan

Saktiawan Sinaga Harap Kebangkitan PSMS di HUT ke-76 dan Dorong Putra Daerah Perkuat Ayam Kinantan

Hari ulang tahun ke-76 PSMS Medan pada Selasa (21/4/2026) menjadi momentum penuh harapan dari berbagai kalangan.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN - Saktiawan Sinaga. Mantan pemain PSMS Medan Saktiawan Sinaga berharap Ayam Kinantan bangkit di HUT ke-76. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Hari ulang tahun ke-76 PSMS Medan pada Selasa (21/4/2026) menjadi momentum penuh harapan dari berbagai kalangan, termasuk mantan pemain yang pernah menjadi bagian penting perjalanan klub, Saktiawan Sinaga.

Saktiawan menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar PSMS Medan bisa segera bangkit dari keterpurukan dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia berharap musim ini menjadi pelajaran berharga untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

“Selamat ulang tahun untuk PSMS Medan. Kita memang masih di Liga 2, tapi semoga ini jadi pelajaran agar tahun depan kita bisa lebih baik, juara, dan promosi. Harapannya di tahun-tahun berikutnya kita sudah bisa kembali bermain di Liga 1,” kata Saktiawan kepada Tribun Medan.

Sebagai mantan pemain, Saktiawan Sinaga mengaku memiliki kenangan mendalam bersama PSMS Medan, terutama saat membawa tim melaju hingga partai final Liga Djarum Indonesia 2007. Ia mengenang perjuangan tim yang kala itu tidak diunggulkan, namun mampu membuktikan kualitas lewat semangat juang tinggi, kerja keras, dan kekompakan hingga menembus babak puncak.

Final tersebut menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi PSMS Medan. Meski harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor 1-3, capaian menembus final tetap dikenang sebagai bukti daya juang Ayam Kinantan di kancah sepak bola nasional.

“Secara historis itu tidak bisa dilupakan. Waktu itu kita tidak diunggulkan, tapi dengan kerja keras dan motivasi sebagai pemain profesional, apalagi sebagai putra daerah, kita bisa sampai ke final. Walaupun akhirnya kalah dari Sriwijaya, itu tetap jadi kebanggaan,” kenangnya.

Ia juga mengingat momen penting saat menjadi penendang penalti penentu di babak semifinal melawan Persipura, yang membawa PSMS melangkah ke partai puncak. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa dengan semangat dan kekompakan, PSMS mampu bersaing di level tertinggi.

Namun di sisi lain, Saktiawan mengaku prihatin melihat kondisi PSMS Medan dalam beberapa tahun terakhir yang masih berkutat di Liga 2. Ia menilai, sebagai klub besar, PSMS seharusnya tidak berada terlalu lama di kasta kedua.

“Kita sudah cukup lama di Liga 2, ini sudah bertahun-tahun. Jujur sebagai mantan pemain, saya prihatin. PSMS itu tim besar, bukan tempatnya di Liga 2. Tapi memang mengelola sepak bola itu tidak mudah, butuh dana besar dan manajemen yang kuat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun dukungan finansial saat ini lebih baik, hal tersebut belum menjamin keberhasilan promosi. Menurutnya, banyak faktor yang harus dibenahi, mulai dari manajemen, konsistensi tim, hingga perencanaan jangka panjang.

“Sekarang mungkin dana lebih besar, bonus pemain juga tinggi, tapi tetap saja tidak mudah untuk promosi. Ini jadi pelajaran penting agar ke depan lebih fokus dan terarah,” katanya.

Selain itu, Saktiawan menyinggung pentingnya memberikan kepastian bagi para pemain, khususnya putra daerah. Ia menilai, banyak pemain lokal yang akhirnya memilih klub lain karena faktor keamanan finansial dan kepastian kontrak.

“Pemain itu butuh kepastian. Kalau tidak jelas, mereka pasti memilih klub lain yang lebih menjanjikan. Itu realita. Jadi manajemen harus bisa memberikan kepercayaan dan jaminan agar pemain, khususnya putra daerah, mau kembali membela PSMS,” jelasnya.

Ia pun berharap manajemen saat ini mampu mengelola klub secara profesional, memanfaatkan sumber daya yang ada, serta kembali merangkul pemain-pemain lokal untuk memperkuat tim.

“Mudah-mudahan ke depan manajemen lebih profesional, dana yang ada dimanfaatkan dengan baik, dan putra daerah bisa kembali. Dengan fanatisme daerah, saya yakin mereka bisa memberikan yang terbaik untuk PSMS,” tambahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved