PSMS Medan

PSMS Medan Tundukkan Sriwijaya FC 1-0 dan Pastikan Lolos dari Ancaman Degradasi

Beberapa peluang emas sempat tercipta, terutama melalui sundulan Felipe Cadenazzi pada menit ke-21 dan menit ke-30.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Selebrasi pesepakbola PSMS Medan seusai mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC pada lanjutan Liga 2, di Stadion Utama Sumatra Utara, Deliserdang, Minggu (19/4/2026). Babak pertama PSMS Medan berhasil unggul sementara dengan scor 1-0. 

Namun, Eko Purdjianto juga menyoroti permainan anak asuhnya yang mengalami penurunan tempo secara signifikan.

Ia menilai, setelah unggul 1-0, PSMS Medan sebenarnya masih mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sayangnya, berbagai kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol tambahan.

"Sebenarnya kita punya banyak peluang, tapi setelah gol pertama pemain seperti takut salah sehingga tidak berkembang sesuai karakter,” katanya.

Ia juga menyoroti kartu merah yang diterima Antoni Nugroho di penghujung babak pertama. Baginya, hal tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan.

“Kartu merah itu tidak perlu, tapi inilah sepak bola. Yang penting saya apresiasi pemain karena tidak pernah menyerah sepanjang pertandingan. Kita bisa clean sheet dan meraih tiga poin,” tambahnya.

Sementara itu, kapten PSMS Medan, Erwin Gutawa, turut mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut dan memberikan apresiasi kepada suporter yang hadir.

“Terima kasih kepada suporter yang sudah datang mendukung kami. Semoga di pertandingan berikutnya melawan Adhyaksa FC, dukungan tetap diberikan agar kami bisa kembali meraih tiga poin,” katanya.

Terpisah, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, tetap memberikan apresiasi terhadap jalannya pertandingan meski timnya harus pulang tanpa poin.

“Selamat untuk PSMS Medan atas kemenangan ini. Pertandingan cukup menarik, kedua tim punya karakter yang sama militan, disiplin, dan tidak mau kalah,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan kegagalan timnya dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di babak kedua. Menurut Iwan Setiawan, situasi tersebut seharusnya menjadi peluang emas untuk menekan dan membalikkan keadaan. 

Sayangnya, momentum itu tidak mampu dimaksimalkan, bahkan justru berbalik menjadi kerugian setelah timnya ikut kehilangan satu pemain dan harus

“Ketika kami unggul jumlah pemain, justru kami juga kehilangan pemain karena kartu merah. Itu jadi evaluasi. Kalau situasinya tetap 11 lawan 10, mungkin hasilnya bisa berbeda. Tapi inilah sepak bola, saya tetap respect dengan pertandingan malam ini,” tutupnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved