FIFA

Standar Ganda FIFA Buta Warna, Rusia Didepak Sementara AS Melenggang di Piala Dunia 2026

Amerika Serikat yang baru-baru ini melancarkan serangan sekaligus memantik perang dengan Iran, justru nasibnya masih aman-aman saja.

Tangkapan layar
PIALA DUNIA 2026 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.(TANGKAPAN LAYAR) 

TRIBUN-MEDAN.com - FIFA pilih kasih dalam memberikan sanksi terhadap negara yang terlibat perang.

Yang paling mencolok saat ini, standar ganda diterapkan FIFA saat menghukum Rusia dan membiarkan Amerika Serikat di tengah situasi perang yang dilancarkan dua negara tersebut.

Ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada awal Februari tahun 2022 lalu.

FIFA langsung menjatuhkan hukuman banned alias larangan bermain ke sepak bola negara tersebut.

Tak hanya FIFA saja memberikan hukuman ke Rusia, UEFA selaku Asosiasi Sepak Bola Eropa juga menerapkan sanksi yang serupa.

Baca juga: 6 Poin Melayang Dalam 2 Laga Tandang, 1 Alasan Eko Purdjianto Yakin PSMS Bisa Bersaing ke Papan Atas

Akibatnya, kini sudah hampir empat tahun lamanya, sepak bola Rusia dibekukan oleh FIFA sekaligus UEFA.

Sepak bola Rusia dari level klub hingga timnas pun akhirnya tidak bisa berkompetisi di turnamen apapun.

Khusus bagi Timnas Rusia, mereka terpaksa harus absen di Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.

Sebuah kerugian besar bagi sepak bola Rusia yang pernah berstatus sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 lalu.

Baca juga: Anak Tak Dibangunkan Saat Sahur, Orang Tuanya Sudah Tewas dan Kritis, Diduga Korban Perampokan

Berbeda dengan Rusia.

Amerika Serikat yang baru-baru ini melancarkan serangan sekaligus memantik perang dengan Iran, justru nasibnya masih aman-aman saja.

Belum ada langkah lanjutan dari FIFA menyikapi kondisi tersebut.

Situasi kian rumit, lantaran Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu dari tiga negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini.

Alhasil jika menerapkan hukuman yang sama kepada Amerika Serikat, sebagaimana yang mereka lakukan ke Rusia.

Baca juga: Fakta Baru Debt Collector Penusuk Advokat, Sengaja Bawa Sajam Antisipasi Perlawanan Debitur

Penyelenggaraan Piala Dunia yang tinggal empat bulan lagi jelas terancam keberadaannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved