PSMS Medan

Tanpa Barata, PSMS Medan Jalani Laga Penentuan 5 Besar Kontra FC Bekasi City

PSMS Medan akan menghadapi FC Bekasi City pada pertandingan terakhir putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. .

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN - Pemain asing PSMS Medan, Barata mengikuti sesi latihan bersama skuat di Stadion Mini Disporasu, Selasa (27/1/2026). Barata dipastikan absen dalam laga PSMS Medan menghadapi FC Bekasi City di pekan ke-18 Pegadaian Championship musim 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan akan menghadapi FC Bekasi City pada pertandingan terakhir putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Jumat (30/1/2026), dan menjadi laga krusial bagi tim berjuluk Ayam Kinantan dalam upaya menembus lima besar klasemen.

Menjelang pertandingan tersebut, PSMS Medan terus mematangkan persiapan tim. Laga melawan FC Bekasi City dinilai sangat penting karena menjadi kesempatan terakhir bagi Ayam Kinantan untuk mengamankan kemenangan sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen, sebelum masuk ke putaran ketiga kasta kedua Liga Indonesia tersebut. 

Saat ini, PSMS Medan berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 23 poin hasil dari enam kemenangan, lima kali imbang, dan enam kekalahan.

Ayam Kinantan hanya terpaut satu poin dari Persiraja Banda Aceh yang menempati posisi ke lima, sehingga persaingan menuju lima besar masih terbuka lebar.

Agar bisa naik ke posisi lima besar, PSMS Medan wajib meraih poin penuh saat menghadapi FC Bekasi City.

Selain itu, PSMS juga berharap Persiraja Banda Aceh gagal meraih kemenangan atau setidaknya bermain imbang saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala.

Dengan skenario tersebut, PSMS Medan berpeluang naik ke peringkat lima dengan keunggulan agregat atas Persiraja. 

Persaingan di papan atas semakin krusial mengingat regulasi sistem triple round robin yang diterapkan pada Pegadaian Championship musim ini.

Sistem tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi tim yang finis di lima besar klasemen pada akhir putaran kedua.

Tim yang finis di peringkat 1 hingga 5 berhak mendapatkan jatah lima pertandingan kandang dan empat pertandingan tandang pada putaran ketiga.

Sementara itu, tim yang berada di peringkat 6 hingga 10 harus menerima jatah empat pertandingan kandang dan lima pertandingan tandang.

Regulasi ini menetapkan bahwa penentuan jatah pertandingan kandang dan tandang sepenuhnya mengacu pada posisi klasemen setelah putaran kedua berakhir.

Artinya, hasil pertandingan pada pekan ke-18 akan sangat menentukan apakah PSMS Medan memiliki keuntungan bermain lebih sering di hadapan pendukung sendiri atau justru harus lebih banyak melakoni laga tandang pada putaran ketiga.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menyebut tim pelatih telah melakukan evaluasi usai pertandingan sebelumnya melawan Garudayaksa FC.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved