PSMS Medan
Tanggapan Pengamat dan Suporter setelah Eko Purdjianto Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru PSMS Medan
PSMS Medan resmi menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan Kas Hartadi pada kompetisi Pegadaian.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan resmi menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan Kas Hartadi pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Keputusan manajemen tersebut menuai beragam respons, mulai dari pengamat sepak bola hingga kelompok suporter setia Ayam Kinantan.
Pengamat sepak bola Sumatra Utara, Indra Efendi Rangkuti, menilai penunjukan Eko Purdjianto masih layak untuk dicoba meski terdapat sejumlah catatan. Menurutnya, dari sisi lisensi kepelatihan, Eko sudah memenuhi syarat, ditambah pengalaman suksesnya saat membawa Persis Solo di musim 2021.
“Kalau masalah layak atau tidak layak dari segi lisensi, saya rasa bisa lah kita coba. Apalagi dia pernah sukses membawa Persis Solo. Cuma memang, setelah dari Persis Solo, dia tidak terlalu lama menangani klub dan lebih banyak berkiprah di Timnas kelompok umur sebagai asisten pelatih,” ujar Indra kepada Tribun Medan.
Indra mengakui, keraguan publik terhadap Eko Purdjianto merupakan hal yang wajar. Terlebih, gaya bermain di level Timnas kelompok umur yang kerap diasosiasikan dengan pola Indra Sjafri dinilainya cenderung monoton, seperti yang terlihat pada ajang SEA Games 2025 lalu.
“Kalau memang dia terlalu mengikuti pola Indra Sjafri, tentu ada kekhawatiran. Tapi itu semua harus kita lihat dulu. Kita tunggu bagaimana gebrakan dia, terutama di dua atau tiga pertandingan awal PSMS Medan. Kita beri kesempatan, sambil berharap tuahnya saat di Persis Solo bisa dibawa ke PSMS,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan adanya rasa cemas melihat rekam jejak pelatih-pelatih alumni Primavera. Menurut Indra, dari generasi tersebut, sosok yang paling menonjol sebagai pelatih adalah Bima Sakti, sementara beberapa nama lain belum menunjukkan hasil signifikan saat menangani klub.
“Memang agak deg-degan juga. Dari alumni Primavera, yang paling sukses sebagai pelatih itu Bima Sakti. Kita lihat contoh Ilham Ramadhona di PSPS, satu angkatan dengan Eko, tapi tidak terlalu bersinar. Jadi dengan track record seperti ini, kekhawatiran itu wajar,” katanya.
Meski demikian, Indra berharap pengalaman Eko Purdjianto saat menghadapi tekanan besar di Timnas dapat menjadi modal berharga saat menangani PSMS Medan, yang dikenal memiliki sorotan publik sangat tajam.
“Mudah-mudahan pengalaman dia di Timnas, yang penuh tekanan dan sorotan, bisa menguatkan mental dan pikirannya. Apalagi PSMS saat ini berada di papan bawah, tekanannya pasti besar. Semoga itu bisa memotivasi dia untuk mengangkat PSMS,” tambahnya.
Terkait peluang PSMS Medan ke depan, Indra menilai kans untuk bangkit masih terbuka. Namun, ia menekankan pentingnya memaksimalkan laga kandang dan menghindari kekalahan.
“Peluang masih terbuka. Catatannya, jangan sampai kecolongan di laga kandang. Partai-partai kandang harus diamankan dulu, sambil berharap di laga tandang bisa mencuri poin. Intinya, PSMS jangan sampai kalah lagi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme pemain di tengah pergantian pelatih. Menurutnya, selama klub masih memberikan kepercayaan, pemain harus tampil maksimal di lapangan.
“Prinsip pemain profesional itu harus royal kepada klub dan tim. Selama tim masih percaya, tidak ada alasan bermain setengah-setengah meskipun ada pergantian pelatih. Mudah-mudahan Eko Purdjianto bisa menyatu dengan pemain, asisten, dan manajemen,” tuturnya.
Dari kalangan suporter, Ketua PSMS Medan Fans Club (PFC), Tatang Angkasa Tarigan, menyambut positif pergantian pelatih kepala di tubuh PSMS Medan. Ia berharap kehadiran pelatih baru mampu membawa semangat dan performa baru bagi tim.
“Kami berharap dengan keluarnya Kas Hartadi bisa mengangkat performa tim. Dengan pelatih baru dan semangat baru, mudah-mudahan pemain juga ikut terdongkrak, apalagi jika nanti ada pemain baru yang berkualitas,” ujar Tatang.
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi |
|
|---|
| SELAMAT Tinggal Super League, PSMS Medan Bertahan Lagi di Championship, Eko Targetkan 5 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatih-baru-PSMS-Medan-Eko-Purdjianto-kiri-dan-eks-pelatih-PSMS-Kas-Hartadi.jpg)