PSMS Medan

PSMS Medan Kembali Berlatih Kenakan Pita Hitam, Peduli Bencana Korban Banjir dan Longsor

Seluruh elemen tim Ayam Kinantan kompak mengenakannya sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

TRIBUN MEDANHO
KENAKAN PITA HITAM - Skuat PSMS Medan mengenakan pita hitam sebagai simbol duka terhadap korban banjir dan longsor di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com – Simbol pita hitam mengawali latihan PSMS Medan usai kembali berkumpul di tempat berlatih Stadion Dispora Sumut, Rabu (3/12/2025).

Para pemain dan staf ofisial mengenakan pita hitam di lengan mereka sebagai bentuk duka yang tengah terjadi bencana di wilayah Sumatera, tepatnya Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Seluruh elemen tim Ayam Kinantan kompak mengenakannya sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

Meski tak ada agenda spesifik terkait pertandingan, sesi latihan perdana ini menjadi momen penting bagi PSMS untuk kembali berkumpul sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berduka.

Baca juga: 3 Pemain PSMS Medan Asal Aceh Terdampak Banjir, Quba Masih Mengungsi saat Tim Sudah Berlatih

Kas Hartadi pita hitam
KENAKAN PITA HITAM - Pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi mengenakan pita hitam sebagai bentuk duka terhadap korban banjir dan longsor di Sumatera.

Situasi latihan tetap berlangsung kondusif dan penuh semangat, namun aura kepedulian terasa kuat di antara para pemain.

Baca juga: 16 Orang Penjarah Minimarket di Sibolga Dibebaskan, Begini Penjelasan Polda Sumut

Beberapa di antara mereka tampak saling berbincang mengenai kondisi di kampung halaman masing-masing, mengingat bencana ini juga berdampak pada sejumlah kabupaten/kota di Sumatra Utara.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi, menjelaskan bahwa keputusan untuk memakai pita hitam lahir dari inisiatif bersama sebagai bentuk simpati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Ya, kita semua—pemain, ofisial—menggunakan pita hitam sebagai bentuk duka dan solidaritas atas bencana alam yang terjadi. Ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan.

Baca juga: Profil Masinton Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah Bekas Pekerja Lepas Pelabuhan Belawan

Kas menambahkan bahwa meski sedang fokus mempersiapkan tim menghadapi lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026, PSMS tidak ingin menutup mata terhadap musibah besar yang terjadi.

Ia berharap simbol kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan juga sarana untuk menunjukkan empati dan nilai kemanusiaan.

Latihan sore itu berlangsung sekitar satu jam lebih, diisi dengan pemanasan ringan hingga latihan fisik untuk mengembalikan ritme setelah libur.

PSMS Medan dijadwalkan melawan Sriwijaya FC pada 27 Desember 2025 mendatang guna lanjutan komeptisi Championship 2025-2026.

(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved