Sumut Terkini
Harmonisasi Manusia dan Alam dalam Selembar Ulos
Bahan pembuatan ulos terdiri dari benang jenis wol yang diproduksi dari sejenis tumbuhan di daratan Samosir.
Penulis: Eti Wahyuni | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Menggunakan bahan-bahan di sekitar lingkungan, menjadi prinsip yang dijalankan para penenun di Kampung Ulos Huta Raja, Samosir hingga hari ini.
Hal ini sekaligus menjadi sebuah simbol harmonisasi adat istiadat masyarakat dengan alamnya.
Bahan pembuatan ulos terdiri dari benang jenis wol yang diproduksi dari sejenis tumbuhan di daratan Samosir.
Sementara untuk pewarnanya memanfaatkan beragam jenis tumbuhan dan material alam seperti getah kayu jati, serpihan batu hitam, dan tumbuhan lain.
Kampung Ulos Huta Raja, merupakan salah satu geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang menjadi destinasi field trip peserta The 7th Geofest 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), Jumat (3/7/2026).
Yanti, seorang pemandu dari Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) mengatakan, pekerjaan ulos dilakukan dengan penuh perhitungan dan kesabaran ekstra sehingga hanya bisa dilakukan orang-orang yang memiliki keterampilan khusus.
Bagaimana tidak, untuk menghasilkan satu lembar kain ulos, membutuhkan waktu hingga satu bulan.
"Biasanya menenun ulos dilakukan ibu-ibu di sela pekerjaan utamanya sebagai petani. Jika menenun dilakukan secara intens waktu yang dibutuhkan biasanya satu minggu saja," katanya.
Untuk satu lembar ulos dihargai bervariasi tergantung tingkat kesulitan. Namun ia memberi gambaran, harganya dibanderol mulai Rp 700.000 hingga Rp 1 juta.
Kampung Ulos Huta Raja sendiri merupakan sebuah pemukiman dengan jejeran rumah adat khas Batak.
Di masing- masing depan rumah terdapat alat pintal ulos sebagai alat produksi ibu-ibu menenun ulos.
Di kampung ini juga terdapat gerai tempat penjualan ulos. Terdapat juga, sebuah coffee shop dengan view Danau Toba yang sangat eksotis.
Selain beragam varian kopi, coklat, dan minuman lain, terdapat juga menu makanan ringan sebagai pelengkap.
Terdapat juga banyak spot foto bernuansa alam yang sangat menarik.
Saat tiba, rombongan peserta Geofest 2026 disambut tarian tradisional dan bahkan diajak untuk menortor bersama, sebagai ucapan selamat datang dan penghormatan kepada tamu.
| Kepala BNN Deli Serdang Bantah Tudingan Aniaya Samuel Hutasoit, Ungkap Awal Mula Peristiwa |
|
|---|
| Produk Lokal Binaan PTAR Meriahkan PRSU 2026, Perkenalkan Potensi Tapanuli Selatan |
|
|---|
| Purna Bhakti Wallen Hutahaean, Pemkab Toba Gelar Ibadah dan Doa Pemberangkatan |
|
|---|
| Daftar Lengkap Paskibraka 2026, Siswa Yasop dan DEL Gussa Nainggolan dan Felesia Munthe Wakili Sumut |
|
|---|
| Dapat Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Ini Pesan Kapolda Sumut ke Personel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PRINSIP-Seorang-perajin-tenun-tuna-wicara.jpg)