Sumut Terkini
Kepala BNN Deli Serdang Bantah Tudingan Aniaya Samuel Hutasoit, Ungkap Awal Mula Peristiwa
Josua mengatakan, kedatangannya ke Polrestabes Medan pada Kamis 2 Juli kemarin untuk menghadiri klarifikasi penyidik.
Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
IST
Kepala BNN Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon buka suara mengenai tudingan menganiaya Samuel Hutasoit (38), tersangka menghalangi tugas aparat, dan provokasi, di gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan. Ia mengatakan kedatangannya ke Polrestabes Medan pada Kamis 2 Juli kemarin untuk menghadiri klarifikasi penyidik.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kepala BNN Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon buka suara mengenai tudingan menganiaya Samuel Hutasoit (38), tersangka menghalangi tugas aparat, dan provokasi, di gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Josua mengatakan, kedatangannya ke Polrestabes Medan pada Kamis 2 Juli kemarin untuk menghadiri klarifikasi penyidik.
Ia menyebut, penyidik membutuhkan keterangan peran masing-masing dari BNN, dan juga Satpol PP di lokasi kafe remang-remang, di Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
"Jadi, yang kemarin kami datang dalam rangka diambil keterangan, klarifikasi mengenai peran kami masing-masing. Kan yang membuat laporan dari Satpol PP,"kata Kepala BNN Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon, Jumat (3/7/2026).
Mengenai duduk perkara Samuel Hutasoit dan 3 orang lainnya ditangkap, karena diduga memprovokasi, menghalangi dan sebagainya.
Untuk Samuel, diduga meminta agar pemain disk jockey (DJ), dan kasir tempat hiburan malam tersebut dilepas, tidak dibawa ke kantor BNN.
Alasannya karena kenal dengan pemilik kafe remang-remang tersebut.
Namun, permintaan itu ditolak lantaran apabila seorang positif narkoba, harus ada asesmen.
"Dia meminta kasir dan DJ nya dilepas, dasar dia katanya kenal. Saya bilang kalau positif, pengguna akan di asesmen,"ungkapnya.
Mantan Kapolres Samosir, dan Kapolres Pelabuhan Belawan ini mengaku kecewa adanya pengadangan, dan menghalang-halangi petugas.
Padahal, mereka menindaklanjuti laporan masyarakat tentang dugaan maraknya peredaran narkoba di lokasi.
Ia mengatakan, Samuel dan beberapa orang lainnya sempat menanyakan surat tugas petugas.
Disini, Josua mengatakan kalau di dalam kafe, saat itu sudah dijelaskan.
"Di lokasi, dia menanyakan mana surat perintah, surat tugas. Padahal pas di dalam sudah dijelaskan,"katanya.
"Tempat itu sudah dilaporkan ke kami oleh masyarakat. Kami kecewa kenapa menghalangi kita,"sambungnya.
Mengenakan kaus berwarna putih, celana hitam, didampingi kuasa hukum tampak berjalan pelan-pelan ke gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Ia membuat dua laporan sekaligus ke Polda Sumut mengenai dugaan pengeroyokan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Deli Serdang.
Kemudian, dugaan penganiayaan yang dilakukan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN), Pangkat Komisaris Besar (Kombes) inisial JT.
Adapun korbannya adalah anak dari Lince Manalu, yakni Samuel Hutasoit (38), yang berprofesi sebagai wartawan.
Laporan Lince tertuang dalam laporan: STTLP/B/1070/VII/2026/SPKT/Polda Sumut, dan STTLP/B/1072/VII/2026/SPKT/Polda Sumut.
Lince Manalu menjelaskan, meski tidak melihat langsung penganiayaan dan Samuel enggan bercerita, tapi ia melihat kondisinya.
Dari yang dilihatnya, bagian hidung Samuel memar seperti darahnya membeku.
"Saya lihat sendiri hidungnya ini bengkak,"kata Lince Manalu, ibu dari Samuel Hutasoit, di Polda Sumut, Jumat (3/7/2026).
Lince berharap dua laporannya diproses penyidik di Ditreskrimum Polda Sumut.
Ia meminta para terduga pelaku penganiayaan terhadap anaknya ditangkap, dan diadili.
Kemudian, ia juga berharap agar anaknya dikeluarkan dari tahanan.
"Harapan saya secepatnya lah dilepaskan si Samuel ini biar bisa bergabung sama kawan-kawannya, sama keluarganya, itu aja."
Suhandri Umar Tarigan, kuasa hukum Samuel, dan Lenci Manalu merinci lebih dalam peristiwa yang dialami kliennya.
Ia menyebut kliennya ditangkap pada Minggu 28 Juni lalu, saat BNN Deli Serdang, Satpol PP, dan pemerintah daerah merazia kafe remang-remang, di Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Penangkapan Samuel karena dituduh sebagai provokator, dan pelaku pengerusakan.
Padahal, menurut keterangan Samuel yang diterima Umar, kliennya sedang menjalankan tugas jurnalistik atau liputan penggrebekan.
Saat itu, lanjutnya, Samuel menanyakan soal surat perintah razia yang diduga sudah kadaluarsa.
Berdasarkan data yang mereka terima, surat razia dikeluarkan tanggal 29 Mei, namun baru razia di tanggal 28 Juni.
Sesudah ditangkap dan dibawa menggunakan mobil, dalam perjalanan menuju ke Polrestabes Meda inilah ia diduga digebuki.
Bukan cuma Samuel, tapi 3 tersangka lainnya juga diduga mendapat perlakuan serupa.
"Yang pertama tadi, yaitu pemukulan penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh oknum satpol PP Deli Serdang terhadap empat klien kami ketika melakukan penangkapan di daerah Patumbak pada beberapa hari yang lalu,"kata Suhandri Umar Tarigan.
"Ketika itu klien kami itu diamankan, dituduh memprovokasi masyarakat yang melakukan pelemparan pengrusakan terhadap mobil dari oknum Satpol PP tersebut,"sambungnya.
Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, Samuel dan 3 tersangka lainnya luka-luka.
Samuel, matanya memar hingga sulit melihat, dan bagian hidungnya berdarah.
"Sehingga efek dari itu, klien kami itu matanya itu si Samuel itu sebelah kiri itu sudah agak-agak samar-samar, hidungnya juga mengeluarkan darah segar, darah kental, badannya juga memar-memar, seperti itu."
Lanjut Umar, penganiayaan berikutnya diduga terjadi pada Kamis 2 Juli kemarin di gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Seorang pejabat BNN berinisial JT, berpangkat Kombes disebut datang ke Polrestabes, lalu menendang bagian dada Samuel.
Hal ini terungkap setelah Samuel menceritakan penganiayaan yang dialaminya kepada tim kuasa hukum.
"Kalau penganiayaan yang diduga dilakukan kepala BNN Deli Serdang ini, yaitu pada tanggal 2 kemarin, Juli. Disitu, ketika klien kami itu duduk, diterjang dada dari klien kami itu ketika posisi duduk, diterjang dua kali oleh Kepala BNN tersebut,"terangnya.
Kuasa hukum lainnya, Thomas Purba menambahkan, akibat dugaan penganiayaan bertubi-tubi, Samuel mengalami sesak di dada.
"Ketika kita coba berdialog dengan dia, kata dia selain dadanya sesak, itu kepalanya pusing. Kadang denyut-denyut karena dipukuli kayu juga. Itu penyiksaan menurut kita, dan kita berharap supaya dilakukan scanning itu segera,"kata Thomas Purba.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Umar, Samuel bukan provokator.
Sedangkan yang memprovokasi adalah anak dari pemilik kafe remang-remang.
Bahkan, lanjut Thomas, Samuel sempat mencoba meredam massa di lokasi agar tidak menyerang aparat.
"Kenapa, yang memprovokasi itu justru keluarga dari orang yang sudah ditangkap sebelumnya. Justru dia disitu untuk menenangkan warga."
BNN Deli Serdang Diserang Saat Gerebek Kafe Remang di Patumbak, 4 Orang Ditangkap, 25 Pengunjung Positif Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deli Serdang mendapat perlawanan ketika menggerebek kafe remang-remang di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Bahkan viral di media sosial, ketika seorang wanita bersama puluhan pria mengadang mobil yang ditumpangi personel BNN.
Mereka mengadang menggunakan kursi kayu, dan menutup jalan dengan puluhan orang.
Terlihat seorang pria marah-marah kepada petugas, sembari menanyakan surat tugas razia.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) wilayah Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha mengatakan, setelah diadang dan diserang, mereka melapor ke Polrestabes Medan.
Kemudian, personel Polrestabes datang menangkap enam orang para terduga pelaku pengerusakan di lokasi.
Namun, dari enam orang yang diamankan hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan.
Brigjen Tatar menyebut, keempatnya ialah MS (19), dan AIS (21), anak pemilik kafe remang-remang, warga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian, MAS (33), seorang mantan narapidana kasus narkoba, danSM SH (38), warga Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
"Tadinya enam orang dibawa ke Polrestabes, karena kita laporkan ke Polrestabes tentang kejadian perusakan. Kemudian kemarin, disampaikan bahwa empat orang ditahan, ya,"kata Kepala BNN Sumut, Brigjen Tatar Nugraha, Rabu (1/7/2026), di Polda Sumut.
Tatar menjelaskan, perlawanan, pengerusakan, dan penyerangan yang mereka alami berawal pada Minggu 28 Juni 2026 kemarin, sekira pukul 1:30 WIB, sampai 14:30 WIB.
Saat itu, BNN Deli Serdang yang dipimpin Kombes Josua Tampubolon, Satpol PP, TNI, dan dinas Pariwisata melakukan razia di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Sebab, tempat hiburan malam yang berada di pemukiman warga itu diduga marak peredaran narkoba.
Begitu datang, terlihat sekitar 100 pengunjung sedang berjoget, menikmati musik yang dimainkan seorang disk jockey (DJ).
Para pengunjung yang panik sempat berusaha melarikan diri, sebelum petugas memberikan imbauan.
Kemudian, aparat gabungan melakukan razia, dan menemukan plastik berisi ekstasi di lantai.
Selanjutnya, para pengunjung diperiksa, dan urinnya juga diambil.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 25 pengunjung positif narkoba.
"Ketika datang dan melakukan pemeriksaan, ditemukan 25 orang positif narkotika, ya," katanya.
Sesudah diperiksa, 25 terdiri pengunjung akan dimasukkan ke mobil, dan dibawa, puluhan massa sudah ramai di depan.
Mereka menanyakan surat tugas, menghalangi, memprovokasi, hingga akhirnya diduga merusak.
Mengenai penyerangan, Brigjen Tatar menyebut masih memburu pelaku lainnya.
"Padahal ketika di dalam sudah ditunjukkan, disampaikan bahwa kita dari BNNK Serdang. Tetapi di luar itu, karena ada provokasi, kemudian dihadang, diberikan balok untuk menghadang kendaraan mereka, terus kemudian terjadi aksi anarkisme."
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Berita Terkait: #Sumut Terkini
| Produk Lokal Binaan PTAR Meriahkan PRSU 2026, Perkenalkan Potensi Tapanuli Selatan |
|
|---|
| Purna Bhakti Wallen Hutahaean, Pemkab Toba Gelar Ibadah dan Doa Pemberangkatan |
|
|---|
| Daftar Lengkap Paskibraka 2026, Siswa Yasop dan DEL Gussa Nainggolan dan Felesia Munthe Wakili Sumut |
|
|---|
| Dapat Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Ini Pesan Kapolda Sumut ke Personel |
|
|---|
| Kutip Subtema Sinode GPI 2026, Menko Infrastrukur AHY Akui Peran Gereja Penting untuk Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-BNN-Deli-Serdang-Kombes-Josua-Tampubolon-buka.jpg)