Sumut Terkini
Respon Bobby Soal Rico Waas Sudah Lapor Mendagri Pergi ke LN: Tingkat II, Laporannya ke Gubernur
Menurut Bobby Nasution, seharusnya, secara aturan Wali Kota Medan Rico Waas melaporkan ketidakhadirannya ke pihak Provinsi terlebih dahulu.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon soal pernyataan Wali Kota Medan Rico Waas yang mengaku sudah melapor ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait kepergianya ke Luar Negeri pada saat Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secera serentak di Indonesia.
Menurut Bobby Nasution, seharusnya, secara aturan Wali Kota Medan Rico Waas melaporkan ketidakhadirannya ke pihak Provinsi terlebih dahulu.
Namun, kata Bobby Nasution jika kepergiannya sudah dilaporkan ke pusat, sebagai gubernur ia hanya membantu Mendagri menjawab pertanyaan Presiden sesuai informasi yang ia ketahui.
"Setahu saya, saya pernah jadi wali kota pemberitahuan itukan, kalau diaturan dan itu bisa dibaca semua orang, kalau tingkat 2 bupati menginformasikan ke gubernur. gubernur baru ke mendagri tapi kalau dikatakan sudah ke mendagri saya hanya mencoba membantu mendagri (saat itu),"terangnya saat diwawancarai di kantornya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, laporan yang ia sampaikan ke Mendagri, tidak ada maksud ataupun niat menjelekkan dan lain sebagainya.
"Karena pak presiden mentionnya mendagri. Ya saya rasa sebagai anak buah, saya melaporkan sepengetahuan saya ada jajaran kami kab/kota yang tanpa sepengetahuan kami ada yang pergi. Itu saja. Tidak ada maksud apa apa atau yang lain tapi kalau memang boleh langsung ya silahkan saja tanggapan dari sana,"ujarnya.
Disinggung, apakah ada prosedur yang dilangkah oleh Wali Kota Medan, Bobby hanya menyinggung soal surat menyurat izin.
"Begini ya kalau ke luar negeri, pak presiden juga menanyakan ke pak Mendagri izinnya, izin siapa? Bukan izin gubernur, saya tegaskan. Izinnya tetap izin mendagri, tapi yang namanya, surat menyurat silakan baca diaturannya. suratnya gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat. Tapi kalau wewenang izinnya di mendagri,"tegasnya.
Bobby mengakui, ada beberapa surat yang masuk ke pihaknya untuk perjalan dinas ke luar negeri.
"Ya beberapa kali ada surat ke kami, baik untuk perjalanan dinas ke luar negeri juga ada, tapi beberapa kali kami coba minta telusuri lagi," jelasnya.
Dikatakannya, surat yang diterimanya adalah surat izin Wali Kota beserta sejumlah pihak DPRD hendak berangkat ke China.
"Karena pesan dari pemerintah pusat perjalanan LN apalagi rombongan, setahu saya, bukan hanya eksekutifnya saja tapi legislatif juga (ikut) jadi yang izinnya sama kami pak wali kota dan pimpinan DPRD mau ke china, itu kami tolak. Dan memang kami minta pertimbangan karena ada surat dari pemerintah pusat membatasi perjalanan dinas ke LN,"jelasnya.
Sebelum kegiatan peresmian KDMP, kata Bobby ia juga sempat menghubungi Wali Kota Medan Rico Waas.
Pada saat itu, Rico mengaku sedang berada di Malang, bukan di luar negeri.
"Surat jalan ya, kebetulan ini saya tidak cari-cari apalah, setau saya hari Juumat (sebelum kegiatan peresmian) saya cari beliau, tapi disampaikan sedang pergi ke luar kota. Saya telepon langsung, karena ada satu hal," jelasnya.
| Patih Gajahmada Sapi Kurban 1,2 Ton Milik Presiden Dibeli di Binjai untuk Provinsi Sumut |
|
|---|
| Viral di Medsos Soal Dugaan Pungli di Lokasi Wisata, Pemkab Samosir Telah Melaporkannya ke Polres |
|
|---|
| Pria Asal Labuhanbatu Ditangkap Dekat Kantor BNN Asahan, 16 Paket Sabu Disita dari Kos-kosan |
|
|---|
| Curi Motor Dinas TNI Personel Kodim Simalungun, 2 Orang Ditangkap, 1 Ditembak Polisi |
|
|---|
| Penampakan Sapi Limousin dari Presiden untuk Kurban di Siantar, Bobotnya 906 Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bobby-merespom-soal-pernyataan-Rico-Waas-yang-mengatakan.jpg)