Sumut Terkini
Patih Gajahmada Sapi Kurban Presiden Seharga Rp 143 Juta Asal Binjai Untuk Provinsi Sumut
Sapi jenis Pegon persilangan Simental dan Brahman Kros ini, memiliki bobot satu ton 200 kilogram.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sapi kurban Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali dibeli dari peternak Kota Binjai yang biasa dikenal dengan Bang Yanto (YT) Farm.
Sapi jenis Pegon persilangan Simental dan Brahman Kros ini, memiliki bobot satu ton 200 kilogram.
Bahkan sapi jenis Pegon berusia 4,5 tahun ini menjadi sapi terbesar di Sumatera Utara dari Presiden Indonesia.
"Alhamdulillah tahun ini sapi kami dari kandang YT Farm terpilih menjadi sapi kurban dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara," kata Suyanto saat diwawancarai wartawan dikandangnya di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan I, Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Kamis (21/5/2026).
Lanjut Suyanto, sapi kurban presiden untuk tingkat Provinsi Sumut ini sebulan yang lalu bobotnya satu ton 114 kilogram.
"Dan mungkin saat ini sudah satu ton 200 kilogram Insyaallah," ujar Suyanto.
Untuk harga sapi kurban presiden tingkat provinsi dibeli dengan harga Rp 143 juta.
"Kita buka harga Rp 145 juta, dinego dengan staf presiden dan dinas terkait hanya Rp 2 juta saja. Jadi terakhir dibeli Rp 143 juta," ujar Suyanto.
Rencananya sapi kurban presiden tingkat provinsi, nantinya akan disembelih di Tanah Lapang Merdeka Kota Binjai.
Suyanto pun menceritakan bagaimana ia merawat sapi jenis Pegon hingga akhirnya terpilih menjadi sapi kurban Prabowo Subianto untuk tingkat provinsi.
"Sebelumnya saya pilih sapi ini karena menurut saya sapi ini bisa mencapai kriteria satu ton lebih. dan sapi ini satu tahun sudah saya rawat, saya perlakukan dengan maksimal, seperti perawatan mandi sehari dua kali, kita kasih makan asupan gizi dan protein tinggi, maka bisa menghasilkan sapi seperti ini," ujar Suyanto.
Kemudian, beberapa waktu yang lalu Suyanto ditelepon oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, untuk mengajukan sapi miliknya untuk diseleksi menjadi sapi kurban presiden.
"Kemudian kami ajukan ke dinas terkait, siapa tau kembali lagi terpilih menjadi sapi kurban presiden Tahun 2026. Dan Alhamdulillah ternyata melalui seleksi dan pengajuan diterima, menjadi sapi kurban terberat di Sumatera Utara dan menjadi sapi pilihan Presiden Indonesia untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara," ucap Suyanto.
"Sapi kurban presiden untuk tingkat provinsi ini jenisnya Pegon. Pegon persilangan antara Simental dan juga Brahman Kros. Dan kita berinama Patih Gajahmada," sambungnya.
Kemarin Patih Gajahmada ikut kontes di Simalungun. Dan meraih juara satu dalam kategori berat ekstrem sapi jumbo.
"Kenapa saya beri namanya Patih Gajahmada, karena saya lihat speknya betul-betul besar, bodynya seperti gajah, jadi spontan terpikir saya namanya Patih Gajahmada," kata Suyanto.
Perasaan Suyanto sangat senang sekali. Karena sejak tahun 2022, 2024, 2025 dan 2026, sudah 9 ekor sapi dari kandangnya terpilih untuk menjadi sapi kurban presiden.
"Sangat luar biasa senang tak terhingga. Saya teringat orangtua saya yang dulunya membimbing saya untuk betul-betul merawat sapi, tapi orangtua saya sudah tidak ada. Dan mungkin orangtua saya di sana ikut senang, mudah-mudahan bapak ibu selalu diampuni segala dosa-dosanya dan terima segala ibadahnya," kata Suyanto sambil menangis.
Ia pun berpesan bagi peternak lainnya khususnya di Kota Binjai, agar sama-sama untuk menekuni pemeliharan sapi, agar supaya mendapat hasil yang maksimal, dan dapat terpilih menjadi sapi kurban presiden.
"Yang pasti kita memilih bibit yang memang kriteria sapi yang besar, perlakukan dengan layak dan baik. Kita kasih perawatan yang maksimal, serta rajin sharing dengan peternak yang pengalamannya yang tinggi, supaya mendapat ilmu dan pelajaran," ujar Suyanto.
Kemudian presiden tak hanya membeli sapi kurbannya untuk tingkat provinsi di peternakan YT Farm.
Sapi kurban presiden untuk Kabupaten Nias Utara, Nias Barat serta Kabupaten Mandailing Natal (Madina), juga dibeli dari kandang YT Farm.
Nias Utara bobotnya 850 kilogram dengan harga Rp 95 juta, jenis Limousin usianya masih 3 tahun.
Nias Barat bobotnya 888 kilogram dengan harga Rp 105 juta, jenis Simental usianya 4 tahun.
Dan Madina bobotnya 940 kilogram dengan harga Rp 110 juta, jenisnya Limousin usia 4 tahun.
"Rencana di H-4 atau H-3, sapi kurban presiden untuk Nias Utara, Nias Barat dan Madina akan kita antar," tutup Suyanto. (cr23/tribun-medan.com)
| Antisipasi El Nino, Pemprov Sumut Siapkan Langkah Mitigasi untuk Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Bea Cukai Kualanamu Buat Coffee Morning dengan Pengguna Jasa Layanan, Terima Kritik dan Saran |
|
|---|
| Residivis di Hamparan Perak Diringkus Polisi, Nekat Jual Sabu di Rumah |
|
|---|
| Dari Bisnis Kavling ke Penjara, Ustad Roni Paslani Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Tanah |
|
|---|
| Tersisa 7 Hari Lagi, Kompol Dedy Kurniawan Belum Kirim Nota Banding Pemecatan Dirinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SAPI-KURBAN-Sapi-kurban-Presiden-Indonesia.jpg)