Sumut Terkini
Antisipasi El Nino, Pemprov Sumut Siapkan Langkah Mitigasi untuk Ketahanan Pangan
Ada enam brigade yang dilakukan ke seluruh tanaman pangan kab/kota di Sumut.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Parangin-angin mengatakan, Pemprov Sumut telah menyiapkan mitigasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil saat el nino melanda seluruh wilayah Indonesia.
Dikatakannya, satu langkah yang dilakukan diantaranya menyiapkan Brigade Proteksi Tanaman yang bertugas mencegah kerusakan tanaman di seluruh wilayah Sumut.
Dijelaskannya, ada enam brigade yang dilakukan ke seluruh tanaman pangan kab/kota di Sumut.
“Saat ini persiapan yang sedang dilakukan adalah menyiapkan pompa. Brigade ini seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak,” terangnya, Kamis (21/5/2026).
Diterangkannya, sepanjang 2024-2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota di Sumut.
"Ini kita lakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino," jelasnya.
Menurunya, Kementerian Pertanian juga telah memberikan peringatan dini (early warning system) terkait dampak kekeringan.
Karena itu, pompa-pompa yang telah disalurkan terus dipantau agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan,” katanya.
Ia berharap, meskipun El Nino melanda Sumut, produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan pangan masyarakat tidak terganggu.
“Mudah-mudahan kita tidak jumawa, kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga,” jelasnya.
Diketahui dilansir dari website resmi BMKG, el nino adalah fenomena anomali iklim global yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Pemanasan ini memicu perubahan pola angin dan sirkulasi atmosfer global, yang sangat memengaruhi iklim di berbagai belahan dunia.
Dampak dari el nino ini diantaranya, terjadi musim kemarau panjang, kekeringan, kebakaran hutan hingga mengganggu siklus tanaman yang mengakibatkan gagal panen.
Fenonena el nino inj terjadi dua-tujuh tahun sekali dan berlangsung selama 9-12 bulan. Sementara prediksi BMKG, El nino melanda Indonesia pada bulan Mei hingga Oktober 2026 ini.
(Cr5/tribun-medan.com)
| Residivis di Hamparan Perak Diringkus Polisi, Nekat Jual Sabu di Rumah |
|
|---|
| Dari Bisnis Kavling ke Penjara, Ustad Roni Paslani Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Tanah |
|
|---|
| Tersisa 7 Hari Lagi, Kompol Dedy Kurniawan Belum Kirim Nota Banding Pemecatan Dirinya |
|
|---|
| 49 Batang Kayu Berukuran Besar Ditemukan di Perkebunan Warga di Asahan |
|
|---|
| Warga Paluta Lapor Propam Polda, Sekuriti Kebun Jadi Tersangka Usai Tangkap Terduga Pencuri Sawit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/El-nino-Pelajar-menggunakan-payung.jpg)