Sumut Terkini

Antisipasi El Nino, Pemprov Sumut Siapkan Langkah Mitigasi untuk Ketahanan Pangan

Ada enam brigade yang dilakukan ke seluruh tanaman pangan kab/kota di Sumut.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
El nino- Pelajar menggunakan payung untuk berlindung dari sengatan matahari saat melintas di Jalan Agus Salim, Medan, beberpa waktu lalu. Pemprov Sumut persiapkan beberapa langkah untuk menjaga produksi pangan tetap stabil selama el nino berlangsung. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Parangin-angin mengatakan, Pemprov Sumut  telah menyiapkan mitigasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil saat el nino melanda seluruh wilayah Indonesia. 

Dikatakannya, satu langkah yang dilakukan diantaranya  menyiapkan Brigade Proteksi Tanaman yang bertugas mencegah kerusakan tanaman di seluruh wilayah Sumut.

Dijelaskannya, ada enam brigade yang dilakukan ke seluruh tanaman pangan kab/kota di Sumut.

“Saat ini persiapan yang sedang dilakukan adalah menyiapkan pompa. Brigade ini seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak,” terangnya, Kamis (21/5/2026).

Diterangkannya, sepanjang 2024-2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota di Sumut.

"Ini kita lakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino," jelasnya.

Menurunya, Kementerian Pertanian juga telah memberikan peringatan dini (early warning system) terkait dampak kekeringan.

Karena itu, pompa-pompa yang telah disalurkan terus dipantau agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan,” katanya.

Ia berharap, meskipun El Nino melanda Sumut, produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan pangan masyarakat tidak terganggu.

“Mudah-mudahan kita tidak jumawa, kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga,” jelasnya.

Diketahui dilansir dari website resmi BMKG, el nino adalah fenomena anomali iklim global yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. 

Pemanasan ini memicu perubahan pola angin dan sirkulasi atmosfer global, yang sangat memengaruhi iklim di berbagai belahan dunia.

Dampak dari el nino ini diantaranya, terjadi musim kemarau panjang, kekeringan, kebakaran hutan hingga mengganggu siklus tanaman yang mengakibatkan gagal  panen. 

Fenonena el nino inj terjadi  dua-tujuh tahun sekali dan berlangsung selama  9-12 bulan. Sementara prediksi BMKG, El nino melanda Indonesia pada bulan Mei hingga Oktober 2026 ini.

(Cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved