Bus Maksimal Berusia 25 Tahun, Dishub Ingatkan Kesiapan Sopir Sebelum Mengendarai 

Yuda mengatakan, sangat prihatin terhadap kejadian kecelakaan maut antara bus Halmahera dan sebuah pikap tersebut.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
KECELAKAAN : Bus Halmahera tujuan Dumai-Medan mengalami kecelakaan di jalur Tol Tebing Tinggi Medan Km 63+200 kawasan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (11/5/2026). 4 orang penumpang tewas dan 19 luka-luka. (Foto : Indra Gunawan Sipahutar). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi merespon soal kecelakaan maut antara Bus Halmahera dengan sebuah pikap di Jalan Tol Medan – Kualanamu - Tebing Tinggi, Senin (11/5/2026) yang mengakibatkan empat orang tewas, enam orang luka berat dan tiga orang luka ringan. Dalam insiden ini, sopir bus melarikan diri setelah kecelakaan tersebut.

Yuda mengatakan, sangat prihatin terhadap kejadian kecelakaan maut antara bus Halmahera dan sebuah pikap tersebut.

"Ya, yang pertama kita sangat prihatin terhadap kejadian berikutnya (setelah ALS) yaitu bus Halmahera yang memakan korban empat orang yang meninggal dan lainnya luka-luka," jelasnya, Selasa (12/5).

Yuda meminta operator bus harus lebih peka terhadap keamanan dalam perjalanan. Hal ini agar tidak terjadi kejadian serupa.

"Kita tetap mengimbau seperti yang bapak gubernur sampaikan kemarin kepada operator-operator bus yang ada di Sumut agar tetap memeriksa kendaraannya, layak tidak untuk berjalan," ucapnya.

Yuda juga meminta, kesiapan sopir dalam mengendarai kendaraan. Karena menjadi satu faktor utama keamanan dalam perjalanan. 

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus Halmahera-Pikup di Sergai, Tewaskan 4 Orang, Dishub Sumut: Sangat Prihatin

"Terutama untuk sopir yang akan mengangkut penumpang nantinya agar dicek kesehatannya, tidak menggunakan narkoba dan lain-lain agar penumpang aman sampai ke tujuan mereka," tuturnya.

Yuda pun meminta para perusahaan bus untuk bisa mengurus perizinan secara rutin agar pihaknya juga bisa memantau lebih detail terhadap kesiapan armada di lapangan.

"Kita juga mengajak perusahaan-perusahaan bus untuk selalu berkoordinasi perizinan-perizinan yang barangkali sudah habis izinnya atau masa aktifnya, agar kami dari Dishub Provinsi juga bisa mengecek," jelasnya.

Yuda juga menegaskan batas penggunaan sebuah bus yang hendak dioperasionalkan yakni maksimal 25 tahun. Diterangkannya, batas waktu itu berlandaskan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang berlaku hingga saat ini.

"Kalau berdasarkan peraturan Permenhub itu 25 tahun. Jadi masih bisa seharusnya (kalau usia bus 20 tahun) tinggal melakukan izin-izin, pemeliharan, itu saja," katanya.

Atas dua insiden itu, lanjutnya, pihaknya kembali telah melakukan sosialisasi uji KIR dan uji kelayakan atau juga dikenal ramp check bagi angkutan lintas daerah di Sumut.

"Sebenarnya kemarin sebelum kejadian ALS ini kita sudah melakukan sosialisasi dan melakukan rampcheck terhadap bus-bus yang ada di Sumut, khususnya di lintas Kabupaten dan Kota," ucapnya.

Ia pun mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk melakukan pengawasan untuk angkutan yang memiliki rute lintas Provinsi.

"Kalau lintas Sumatera ini lebih ke (tanggungjawab) BPTD (Kementerian) tapi kita selalu kordinasi untuk mengimbau perusahaan-perusahaan yang lintas provinsi untuk melakukan rampcheck, ini akan berskala dan berkelanjutan," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved