Sumut Terkini
Deretan Artis Papan Atas yang Akan Meriahkan SMI Festival 2026 di Samosir
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa festival ini tidak hanya menampilkan bintang besar, tetapi juga memberi ruang bagi talenta lokal.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN- Samosir Music Internasional (SMI) Festival 2026 kembali hadir dengan persiapan yang semakin matang, menjanjikan sebuah perhelatan budaya dan hiburan yang tak hanya meriah, tetapi juga sarat makna.
Festival yang akan digelar pada 2 hingga 4 Juli 2026 di Kabupaten Samosir ini telah menyiapkan deretan artis papan atas, program unggulan, serta konsep budaya yang memperkuat identitas Batak di panggung nasional maupun internasional.
Nama-nama besar dipastikan tampil, mulai dari Lyodra yang akan menjadi penampil utama pada malam 3 Juli, hingga kolaborasi Bermarga Band yang digawangi oleh Posan Tobing, Viky Sianipar, Dorman Manik, dan Alex Hutajulu.
Penampilan Viky Sianipar Band bersama Ogar Nababan dan Alsant Nababan, serta duet Dorman Manik dan Rani Simbolon, menambah warna musikal yang kaya.
Tak ketinggalan, sederet musisi lokal seperti Style Voice, Punkgoaran, Saut Situmorang, dan sejumlah band daerah akan turut memeriahkan suasana.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa festival ini tidak hanya menampilkan bintang besar, tetapi juga memberi ruang bagi talenta lokal.
Lebih dari itu, festival ini menghadirkan kolaborasi internasional. Musisi Belanda Maite Hontele y La Novia akan membawa nuansa Jazz Latin, sementara Yonatan Pandelaki dari Jerman dan Stephen Dominic Elery dari Inggris akan berkolaborasi dengan Viky Sianipar Band, menciptakan perpaduan musik lintas budaya yang unik.
Konsep Budaya: Lagu Batak dan Tortor Massal
Salah satu ciri khas SMI Festival adalah setiap artis diwajibkan membawakan minimal dua lagu Batak.
Konsep ini menjadi misi utama festival untuk memperkenalkan musik dan budaya Batak kepada audiens yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat setempat akan dilibatkan dalam tor-tor massal, sebuah pertunjukan budaya yang melibatkan partisipasi luas warga.
Sanggar seni daerah juga tengah mempersiapkan penampilan untuk memperkuat nuansa budaya yang menjadi identitas festival.
Festival ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga menghadirkan program sosial.
Pada hari pertama, 2 Juli 2026, acara dibuka gratis untuk masyarakat dengan layanan kesehatan gratis serta operasi katarak di lokasi terpisah.
Program olahraga juga menjadi bagian penting. SMIRUN (Sport Lari) diharapkan menarik partisipasi masyarakat luas, sementara Zumba Toba Nation akan menghadirkan instruktur ternama Dedy Sagita dari Medan bersama zin lokal dari Tuktuk.
Ekonomi Kreatif dan UMKM
Untuk melengkapi pengalaman pengunjung, festival menghadirkan Food Plaza yang melibatkan pelaku UMKM lokal maupun dari luar daerah.
Berbagai pilihan kuliner akan tersedia, menjadikan festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata daerah.
Dukungan juga datang dari Erasmus Belanda di Jakarta, yang berkontribusi dalam pengembangan program.
Sebagai pencapaian membanggakan, SMI Festival kembali masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Pengakuan ini menegaskan konsistensi dan kualitas festival yang telah diakui secara nasional selama beberapa tahun berturut-turut.
Di sisi lain, penjualan tiket yang dibuka sejak dua minggu lalu melalui loket.com mendapat respons positif dari masyarakat.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa SMI Festival telah menjadi salah satu event unggulan yang dinanti setiap tahunnya.
Dalam Calendar of Event Sumut 2026, Samosir Bakal Gelar 4 Event
Sebelumnya telah diinformasikan, Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 resmi diluncurkan oleh Wagubsu di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan pada Kamis (29/1/2026). Bupati Samosir Vandiko turut hadir meresmikan secara langsung event tersebut.
Ia utarakan, ada empat event yang dilaksanakan di Kabupaten Samosir, antara lain Trail of The Kings by UTMB yang diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 14 Juni 2026. Festival Danau Toba bakal diselenggarakan pada bulan Juni atau Juli 2026, Samosir Music International diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 4 Juli 2026, dan Samosir International Choir Competition yang diselenggarakan pada tanggal 24 hingga 27 September 2026.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyampaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, setiap event yang diselenggarakan bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang hidup bagi UMKM, pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.
“Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.
Surya menegaskan bahwa Calendar of Event 2026 merupakan simbol kekuatan kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut.
“Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama,” tegasnya.
Ragam Calendar of Event menghadirkan berbagai festival, mulai dari budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga ajang fashion dan ekonomi kreatif.
“Saya menegaskan tiga hal utama yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan tujuan utama penyelenggaraan event tersebut adalah memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya saat ini meningkat signifikan.
Melalui proses kurasi yang ketat, pada malam peluncuran tersebut ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/ kota. Dari puluhan event tersebut, enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yakni Manaiamolo Fest di Kabupaten Nias Selatan, Samosir Music International di Kabupaten Samosir, Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo, Berlabuh di Kabupaten Deliserdang, Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan, serta Gebyar Batubara Beranjak di Kabupaten Batubara.
Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.
“Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026,” ucapnya.
Terkait hal ini, Bupati Samosir Vandiko Gultom menyatakan masyarakat samosir patut berterimakasih dan bangga atas kepercayaan Pemprov Sumut kepada Kabupaten Samosir.
"Kita patut bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan pelaksanaan 4 event besar di Kabupaten Samosir, mari kita dukung penuh program Pemprovsu ini dengan mensukseskan kegiatan ini," ungkap Vandiko Gultom, Jumat (30/1/2026).
Ia juga menegaskan agar masyarakat menjaga kepercayaan ini dengan tetap menjaga mutu dan kualitas pelayanan di semua sektor agar geliat wisata di wilayah Sumut khususnya Kabupaten Samosir terus meningkat.
"Kalender event ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi dari 33 kabupatarn/ kota Se-Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan wisatawan nasional maupun international, semoga event ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatan ekonomi masyarakat", pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Emak-emak di Asahan Blokade Jalan, Tuntut Pemerintah Segera Perbaikan Akses Jalan |
|
|---|
| PPPK Paruh Waktu di Deli Serdang Kembali Gelisah karena Mau Dijadikan Satpol PP |
|
|---|
| Isu Ramayana di Siantar Tutup, Ini Penjelasan Kadis Perizinan |
|
|---|
| Sidang Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Kota Binjai Janggal, Penyidik tak Gunakan Hasil Audit BPK |
|
|---|
| Kejatisu Periksa 17 Orang Kasus Korupsi Pembangunan Tol Medan-Binjai Rp 1 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Calendar-of-Event-CoE-Sumatera-Utara-2026-resmi.jpg)