Sumut Terkini
Dinas SDA Sumut Bakal Bangun 3 Tanggul di Daerah Bencana Tapteng, Target Akhir Tahun Selesai
Selain itu, proyek ini akan dimulai awal bulan Juni dengan total anggaran pemasangan tanggul mencapai Rp 90-100 Miliar.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Pelaksana tugas (Plt) Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan mengatakan, selain pembangunan sabo dam (bendungan) yang dilakukan Oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), pihaknya akan melakukan pembangunan tanggul di area bencana Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Dijelaskannya, pembangunan tanggul ini untuk mengantisipasi banjir dari hilir dan akan dipasang di tiga titik rawan yakni sungai Badiri, Sibuluan dan Panjaitan.
Selain itu, proyek ini akan dimulai awal bulan Juni dengan total anggaran pemasangan tanggul mencapai Rp 90-100 Miliar.
"Saat ini pembangunan tanggul masih dalam tahap perencanaan dan akan mulai kita kerjakan di awal bulan Juni. Proyek ini ditargetkan selesai tahun ini," ucapnya kepada Tribun Medan, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, proses pembangunan tanggul itu dilakukan dengan pemasangan Sheet pile.
"Jadi sheet pile itu pemasangan struktur dinding vertikal tipis yang ditanamkan ke dalam tanah untuk menahan tekanan lateral tanah atau air. Sehingga untuk mencegah banjir susulan," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, soal pembangunan sabo dam yang merupakan proyek dari Kementerian PU.
"Sejauh ini sudah mulai berjalan ya. Karena kita dari pihak Pemprov hanya sebagai fasilitator ke pemerintah setempag untuk menyiapkan lahan," ucapnya.
Saat ini, lanjut Gibson progres pembangunan sabo dam sudah dalam tahap penggerukan dari hulu.
"Sekarang sudah dalam tahap penggalian dan pengerukan di lokasi sabo dam dari hulu ya. Dan ini ditargetkan selesai akhr tahun semua. Dan mudah-mudahan tidak ada hambatan," ucapnya.
Diketahui, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami banjir bandang pada November 2025 lalu. Akibatnya ratusan warga meninggal, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Meski sudah hampir beberapa bulan pasca bencana, ada sejumlah kecamatan yang menjadi langganan banjir seperti Kecamatan Tukka, Badiri, dan beberapa kecamatan lainnya.
Banjir langganan itu disebabkan, karena aliran arus sungai yang belum pulih. Untuk itu Pemerintah Provinsi dan Kementerian PU membangun sabo dam dan tanggul untuk mencegah terjadinya banjir susulan.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Polda Sumut Digeruduk Puluhan Orang, Minta DPO Penganiayaan Pekerja Toko Handphone Ditangkap |
|
|---|
| Dante Sinaga Keberatan Dakwaan Jaksa Dikasus PT Inalum, Kuasa Hukum Nilai Prematur |
|
|---|
| Wakil Bupati Asahan Serukan Kesadaran Pajak demi Pembangunan Berkelanjutan |
|
|---|
| MELAWAN, Tak Terima Dipecat Tidak Hormat dari Polri, Kompol Dedy Kurniawan Ajukan Banding |
|
|---|
| Kalah Seleksi jadi Calon di Pilkades Tanjung Gusta, Para Balon Minta Tunjukkan Nilainya ke Pemkab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BANJIR-HUTANABOLON-Menteri-PU-Dody-Hangggodo.jpg)