Dapat bantuan Rp 3 Miliar, Dua Daerah Sumut Raih Creative Financing dari Mendagri

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Wyndham Opi Hotel,

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
IST
Penghargaan crative Financing- Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima Penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026). Pengamat ekonomi Sumut meminta agar gubernur tidak berpuas diri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua daerah di Sumut, Kota Medan dan Kabupaten Batubara meraih penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain mendapatkan penghargaan piala, dua daerah tersebut mendapatkan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 3 miliar.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Menanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi Sumut Benjamin Gunawan meminta agar dua daerah itu beserta Gubernur Sumut untuk tidak berpuas diri. Menurutnya, masih banyak tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat Sumut. Apalagi di Kota Medan dan Batubara itu sendiri.

"Tentunya saya mengapresiasi penghargaan creative financing yang diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Meski demikian saya menyarankan Pak Bobby untuk tidak berpuas diri dengan capaian tersebut. Karena daya beli ekonomi masyarakat masih penuh tekanan," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, penghargaan yang diberikan Mendagri membuktikan dari sekian banyak pemerintah provinsi, Sumut menjadi salah satu wilayah yang punya kapasitas lebih baik dalam mengoptimalkan sumber daya serta menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan.

"Namun jangan berpuas diri, bukan karena takut disaingi oleh kepala daerah lain nantinya, tetapi memang di tengah kondisi perekonomian yang serba efisien saat ini dibutuhkan inovasi yang bisa diimplementasikan untuk mengentaskan banyak tantangan berat ekonomi ke depan," tuturnya.

Apalagi, kata Benjamin, dalam penilaian itu meliputi sejumlah aspek diantaranya inovasi pajak dan restribusi daerah, pengelolaan BUMD hingga pemanfaatan CSR.

Baca juga: Mendagri Hadiahi Pemko Medan Penghargaan, Dinilai Aktif Bantu Daerah Terdampak Bencana

Dikatakannya, terlepas dari stigma negatif yang kerap disematkan oleh banyak netizen, keberhasilan Gubsu mendapatkan penghargaan tersebut membuktikan bahwa Pak Bobby Nasution menjadi kepala daerah terbaik dalam hal creative financing saat ini.

"Di tengah masyarakat yang daya belinya masih mengalami tekanan, mendongkrak kenaikan pajak tentunya bukan hal yang mudah. Di tengah tekanan kondisi ekonomi yang terimbas perang, kita berharap ada inovasi dari Pak Bobby untuk bisa menghidupkan roda perekonomian Sumut ke depan," ucapnya.

Selain itu, Benjamin berharap, agar acuan berinovasi ini bukan untuk mendapatkan penghargaan semata.

"Lebih dari itu, inovasi yang dilakukan mampu dirasakan manfaatnya ke masyarakat. Keberlangsungan pembangunan harus tetap berjalan meski pun ada banyak anggaran yang dipangkas karena efisiensi. Kuncinya tetap berorientasi pada kinerja pertumbuhan ekonomi Sumut," paparnya.

Diterangkannya, penghargaan ini bukan satu penilaian yang menunjukkan Bobby sudah cukup sebagai gubernur berprestasi.

"Karena ke depan inovasi tetap dibutuhkan terlebih yang berkenaan langsung pada pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Orientasinya harus pada keberhasilan inovasi serta manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Dengan sendirinya bentuk penghargaan serupa maju pun dalam bentuk yang lain akan tetap melekat pada Pak Gub," jelasnya.

Diketahui, penghargaan dengan kategori creative financing menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya serta menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan.

Aspek penilaian meliputi inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan BUMD, hingga pemanfaatan CSR untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, penilaian juga mencakup efektivitas pengelolaan barang milik daerah dan BLUD, serta kemampuan menjalin kerja sama dengan badan usaha.

“(Kategori) creative financing, adalah bagaimana terobosan mendapatkan pendapatan, mengefisiensikan belanja, tata kelola keuangan dan terobosan lain yang berkaitan dengan sektor keuangan," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam keterangan tertulisnya.

Tito menambahkan, penghargaan tersebut penting untuk menciptakan iklim kompetitif antar daerah, sehingga mendorong persaingan yang sehat dalam peningkatan kinerja.

"Kita, Kemendagri, perlu memberikan penghargaan pada rekan-rekan yang kinerjanya baik,” kata Tito.

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved