Sumut Terkini
Gugur di Lebanon, Tetangga Kenang Praka Rico Sempat Kerja Dekor Pelaminan Sebelum Jadi Tentara
Praka Rico gugur usai terkena serangan Israel di Markas Adchit Al Qusayr pada Minggu 29 Maret 2026 lalu.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Indonesia kembali kehilangan prajurit terbaik dalam misi perdamaian yang tengah bertugas di Lebanon.
Kali ini, prajurit asal Sumatra Utara yakni Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia yang menjadi bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon pada Jumat (14/4/2026) lalu.
Praka Rico gugur usai terkena serangan Israel di Markas Adchit Al Qusayr pada Minggu 29 Maret 2026 lalu.
Meskipun sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat, namun Praka Rico dinyatakan gugur karena nyawanya tak dapat diselamatkan.
Duka mendalam kepergian Praka Rico, ternyata tak hanya dirasakan oleh keluarga besar.
Namun, warga Dusun VII Sukajadi Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, turut merasakan hal serupa.
Diketahui, Dusun VII Sukajadi, Desa Dolok Menampanf merupakan tempat almarhum Praka Rico tumbuh besar.
Di kampung halamannya, Praka Rico dikenal sebagai pribadi yang baik dimana ia cukup dekat dengan masyarakat sekitar dan juga dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah.
"Kalau anaknya baik, sopan, rajin beribadah. Dia memang kelahiran sini. Dari kecil sudah kenal dia saya," kenang Ngadinah, warga sekitar kampung halaman Praka Rico, Minggu (26/4/2026).
Selain dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah, ternyata Praka Rico memang dikenal warga sebagai sosok yang tekun. Sebelum memulai karir di dunia militer, ternyata Rico sempat bekerja sebagai bagian dari anggota dekor pelaminan yang ada di kampungnya.
Diungkapkan wanita 75 tahun itu, Praka Rico sudah mulai mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota TNI 11 tahun silam. Setahun sebelum menjadi bagian dari Kodam Iskandar Muda, Aceh, ia sempat berpamitan kepada anaknya yang merupakan rekan kerja Praka Rico saat menjadi anggota pelaminan.
"Dia dulu angkat-angkat pelaminan kerjanya di pesta-pesta gitu. Memang anaknya baik gitu. Sopan baik," katanya.
"Dia pernah bekerja sama anak saya, kira-kira satu tahun sebelum masuk tentara. Bahkan mau masuk tentara pamit sama anak saya, bilang mau masuk tentara. Katanya kalau enggak diterima, nantikerja sini lagi ya," kenang Ngadinah seraya mencontohkan ucapan almarhum Praka Rico.
Ia mengaku, saat mendengar kabar Praka Rico gugur dalam misi perdamaiannya bersama tim Garuda warga sekitar sontak kaget. Wanita yang tinggal tepat di samping rumah keluarga Praka Rico ini menuturkan, warga yang mengetahui kabar duka ini langsung mendatangi rumah duka.
"Keluarganya menghubungi ke kita. abangnya menghubungi di HP itu kan, bahwa si Rico udah enggak ada gitu. Begitu dengar kabar meninggal, semua orang sedih. warga-warga sini sedih, berkunjungan gitu. Kemarin malam aja penuh rumahnya dari warga sini," ungkapnya.
Kepergian Praka Rico, meninggalkan seorang istri dan juga seorang anak yang masih Balita. Praka Rico diketahui merupakan anak ke 9 dari 10 bersaudara yang memiliki seorang kembaran.
Sudah kenal Praka Rico sejak kecil, Ngadinah tak hentinya mengenang sosok Praka Rico sejak remaja.
Ia mengaku, selama mengenal Praka Rico, ia mengetahui almarhum merupakan sosok yang sopan dan ramah kepada seluruh jiran tetangga. Bahkan, setelah ia berhasil menjadi prajurit TNI AD Praka Rico dinenal sebagai pribadi yang masih sama seperti sebelum-sebelumnya.
Hingga saat ini, diketahui jenazah Praka Rico masih dalam perjalanan setelah diterbangkan dari Lebanon yang direncanakan jenazah Praka Rico akan langsung dibawa ke rumah duka.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Praka Rico direncanakan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Masuk ke Ladang Warga di Langkat, Orangutan Sumatera Pongo Abeli Dievakuasi ke TNGL |
|
|---|
| Warga Sunggal Berusia 18 Tahun di Diringkus Polisi di Binjai, Terlibat Jaringan Narkoba Antar Kota |
|
|---|
| Acara Puncak Pesta Emas SMP Swasta Kartini Parsoburan: Habis Gelap, Terbitlah Terang |
|
|---|
| BNI Angkat Bicara Terkait Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar |
|
|---|
| Diikuti 1.000 ASN, BPSDM Sumut Gelar Webinar Bahaya Vape, Dipandu Moderator Dr Aryanto Tinambunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/UNIFIL-menyesalkan-meninggalnya-Kopral-Rico-Pramudia.jpg)