Berita Medan

Niesya Ridhania Harahap, Perempuan Medan yang Siap Harumkan Indonesia di Miss Petite Global 2026

Bagi Niesya, terpilih sebagai delegasi Indonesia bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan amanah besar untuk membawa nama bangsa.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Niesya Ridhania Harahap, dipercaya mewakili Indonesia di ajang bergengsi Miss Petite Global 2026 yang diikuti 24 negara dari berbagai belahan dunia. 

Psikologi Membentuk Mental Bertanding

Latar belakang akademiknya di bidang psikologi menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi.

Menurut Niesya, kepercayaan diri bukan berarti merasa sempurna, melainkan kemampuan tetap melangkah meski memiliki ketakutan.

“Psikologi mengajarkan saya mengelola stres, memahami emosi, dan menjaga fokus. Confidence itu bukan berarti selalu merasa sempurna,” tuturnya.

Ia bahkan mengaku menikmati mengamati dinamika sosial antar kontestan dari berbagai negara, sesuai minatnya di bidang psikologi sosial.

Membawa Isu Minoritas dan Kesetaraan Gender

Salah satu kekuatan utama Niesya adalah rekam jejak advokasinya.

Melalui Receptive Institute, ia membangun gerakan Minority Literacy untuk meningkatkan pemahaman terhadap kelompok minoritas yang kerap dibicarakan tanpa benar-benar dipahami.

Ia juga aktif meneliti isu humor seksis dan kaitannya dengan rape myth acceptance, yakni bagaimana candaan seksis dapat menormalisasi kekerasan seksual.

Selain itu, Niesya pernah menjadi pembicara forum internasional tentang pemberdayaan perempuan dalam International Summit 2025.

“Kalau saya masuk ke pageant, saya tidak datang hanya membawa slogan empowerment yang klise. Saya datang membawa kerja nyata yang memang sudah saya kerjakan cukup lama,” katanya.

Di panggung dunia nanti, Niesya ingin memperlihatkan Indonesia sebagai bangsa besar yang kaya keberagaman sekaligus memiliki generasi muda berkualitas.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia itu sangat kompleks tapi justru itu yang indah. Kita punya ribuan pulau, ratusan etnis, bahasa, tradisi, musik, makanan, dan semuanya tetap hidup berdampingan,” ujarnya.

Sebagai perempuan Medan, ia merasa kota kelahirannya adalah miniatur Indonesia.

“Medan adalah miniature Indonesia. Saya bangga jadi anak Medan, karena banyak anak Medan sukses di Indonesia bahkan mancanegara,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved