Sumut Terkini
Talkshow Bersama DPRD Sumut Bahas Masa Depan Kartini Muda, Dorong Keterlibatan Perempuan
Namun di tengah peluang yang terbuka, perempuan juga masih menghadapi tantangan dalam membagi peran antara keluarga, rumah tangga, dan karier.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Perempuan masa kini dinilai memiliki peluang besar untuk tampil dan memimpin di berbagai bidang, mulai dari politik, pendidikan, dunia usaha, hingga ruang digital.
Namun di tengah peluang yang terbuka, perempuan juga masih menghadapi tantangan dalam membagi peran antara keluarga, rumah tangga, dan karier.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Talkshow Tribun Medan bersama DPRD Provinsi Sumatera Utara bertajuk Masa Depan Kartini Muda yang digelar di Universitas Tjut Nyak Dhien, Kamis (23/4/2026).
Hadir sebagai narasumber Erni Ariyanti Sitorus dan Dr. apt. Eva Sartika Dasapang.
Dalam diskusi tersebut, Erni Ariyanti Sitorus membagikan perjalanan hidupnya hingga dipercaya memimpin DPRD Sumut di usia 35 tahun. Ia mengaku berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang politik, namun awalnya tidak pernah membayangkan akan terjun ke dunia politik.
Menurutnya, keputusan masuk ke politik muncul setelah melihat daerah asalnya kerap diisi calon legislatif dari luar wilayah. Ia merasa masyarakat setempat perlu diwakili putra-putri daerah yang memahami kebutuhan wilayahnya sendiri.
“Ketika saya melihat di daerah saya ini, calon-calonnya ingin maju kebanyakan datang dari luar daerah untuk mengambil suara di daerah saya,” ujarnya.
Ia menegaskan perempuan tidak boleh hanya menjadi pelengkap kuota 30 persen keterwakilan politik. Menurutnya, ketika sudah masuk ke ruang politik, perempuan harus hadir dengan kesiapan dan tekad untuk menang.
“Saya enggak mau memposisikan diri saya hanya sebagai pelengkap saat itu. Jangan jadi pelengkap. Kita harus betul-betul berjuang,” katanya.
Saat pertama maju, ia harus bersaing dengan para politisi senior yang telah beberapa kali duduk di kursi legislatif. Meski berasal dari keluarga yang dikenal masyarakat, ia menegaskan tidak pernah mengandalkan nama besar keluarga.
“Orang tua saya itu tidak mengajarkan saya bahwa hanya duduk dan menerima,” ucapnya.
Erni menilai hingga saat ini perempuan masih sering dipandang sebelah mata. Hal itu terlihat dari belum terpenuhinya kuota keterwakilan perempuan di parlemen.
“Perempuan ini memang sering di-underestimate. Sampai hari ini pun kita tidak memenuhi 30 persen itu,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong perempuan agar berani mengambil peluang dan tidak ragu tampil di ruang strategis. Menurutnya, perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam pendidikan, karier, maupun politik.
Terkait posisinya sebagai Ketua DPRD Sumut, Erni menyebut jabatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah besar karena setiap keputusan menyangkut harapan masyarakat Sumatera Utara.
| Terduga Pelaku Penculikan Anak di Deli Serdang Akhirnya Antar Kembali Korban ke Rumah |
|
|---|
| IRT di Batubara Tewas di Kamar Hotel, Pelaku Cekik Korban, Emosi karena Ajakan Ditolak |
|
|---|
| Forkopdensi Dibentuk, Imigrasi Sumut Dorong Penanganan dan Pemberdayaan Deteni |
|
|---|
| Bobby Nasution Tekankan Regulasi Ketat Pengungsi, Dorong Penguatan Layanan Imigrasi di Sumut |
|
|---|
| Sebanyak 66 Petugas Kebersihan di Siantar Terima SK Kerja, Gaji Capai Rp 2,8 Juta Per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KARTINI-MUDA-Talkshow-Tribun-Medan-bersama-DPRD.jpg)