Jangan Gerakan Politik Saja, Bobby Sentil Bupati Batubatra soal Ingin Bikin Provinsi Sumatera Timur 

Ia pun menjelaskan ke Mendagri bahwa Bupati Batubara ingin daerahnya dimekarkan menjadi provinsi.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Sambutan Musrenbang RKPD 2027-Mendagri Tito Karnavian saat memberi sambutan di acara Musrenbang RKPD 2027 di Medan, Rabu (22/4/2026). Tito guyon soal singkatan Sumut. 

"Gerakan politik, kita sudah sampaikan jangan hanya gerakan politik saja. Tapi gerakan pembangunan juga," jelasnya.

Apalagi, kata Bobby, pembangunan Kabupaten Batubara masih mengandalkan transfer daerah.  

"Kita sampaikan untuk membangun sebuah daerah, itu banyak anggarannya. Tadi bisa dilihat sendiri, anggaran Batubara itu 70 persen masih mengandalkan transfer daerah. Sumut 60 persen sudah menghidupi diri sendiri dengan PAD. Begitu pun Kota Medan 60 persen sudah menghidupi diri sendiri dari  PAD," tegasnya.

Menurutnya, ia bukan sentimen atau pun tutup mata dengan adanya isu pemekeran tersebut. Namun, ada banyak hal yang harus jadi pertimbangan.

"Ini harusnya perbaikan dulu, kalau tadi bisa hidup sendiri, bisa membiayai sendiri dengan PAD tinggi, trasfer pusat rendah. Mungkin bisa. Jangan hanya diskusi politik, diskusi pembangunan dulu saran saya," jelasnya.

Jika nanti pembangunan daerah Batubara meningkat, masyarakat sejahtera barulah bisa ada wacana pemekaran tersebut.

"Kita terbuka, saya bukan anti atau tutup mata. Indikator diperbaiki, habis itu masyarakat sejahteta, cita-cita tercapai. Baru lepas. Jangan kekuatan politik diutamakan rebutan jadi gubernur dan lain-lain kan jadinya susah juga," jelasnya.

Sementara itu Tribun Medan sudah mencoba menghubungi Bupati Batubara Baharuddin Siagian namun tak kunjung mendapat respon hingga berita ini diterbitkan.

Diketahui, Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, dikabarkan terlibat aktif dalam wacana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim) yang kembali mengemuka.

Ia dikabarkan, menghadiri pertemuan strategis (Rembuk ASLAB) yang membahas pembangunan dan dukungan terhadap pemekaran wilayah ini, bersama komite pemekaran.

Mendagri Guyon Singkatan Sumut 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD ) 2027 di Kota Medan, Rabu (22/4/2026).

Dalam sambutannya, Tito sempat membuat guyonan soal singkatan Sumut yang lebih sering dikenal oleh masyarakat dengan sebutan 'Semua Urusan Mesti Uang Tunai'. Menurut Tito, singkatan itu sudah lama didengarnya bahkan saat ia masih bekerja di Kepolisian.

Awal mukanya, Tito mengatakan itu lantaran di Sumut pihak swasta belum berjalan maksimal.

"Tolong hidupkan swasta, percuma berteori segala macam, kalau swastanya nggak hidup. Siapa yang mau dipajakin. Hidupkan investasi. Saya senang sekali dengar investor nasional dan lokal welcome. Kuncinya ekosistem. Selama ada Pelayanan Satu Pintu saya lihat, Medan bagus. Investor pengusaha, jadi gampang. Yang belum punya pelayanan publik pasti susah. Karena dilempar sana sini ," ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved