Berita Viral

Jasad Mahasiswa Christoper Rustam Tak Ditemukan di Danau Toba, Pencarian Dihentikan Setelah 7 Hari

Pencarian Christoper Rustam yang tenggelam di air terjun Situmurun Danau Toba, Sumatera Utara, dihentikan pada hari ketujuh

DOK POLRES TOBA
PENCARIAN MAHASISWA - Tim SAR gabungan mencari Critopher Rustam (21), mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan, yang hilang tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba, Sumatera Utara, sejak Sabtu (11/4/2026)(Dok Polres Toba ) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pihak keluarga sudah ikhlas tak ditemukannya Christoper Rustam (21) yang tenggelam di Danau Toba.

Pencarian mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan, Christoper Rustam (21), di air terjun Situmurun perairan Danau Toba, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dihentikan pada hari ketujuh, Jumat (18/4/2026). 

Pihak keluarga dan Tim Gabungan Basarnas telah melakukan pertemuan dan evaluasi terhadap pencarian yang dilakukan sejak korban hilang pada Sabtu (11/4/2026) siang. 

Kantor Basarnas Medan melalui Koordinator Pos SAR Danau Toba, Erikson Gultom, mengatakan pencarian terhadap korban resmi dihentikan pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: LIGA INGGRIS - Jelang Duel Man City Vs Arsenal, Haaland Tanpa Beban, Pertanyakan Perasaan Gunners

"Keluarga sudah menerima, melihat selama tujuh hari kami sudah usahakan maksimal dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. TNI AL juga turun kemarin dalam melakukan pencarian," kata Erikson dihubungi via telepon, Sabtu (18/4/2026). 

Ia menambahkan, saat ini dilanjutkan tahap pemantauan apabila ada tanda-tanda korban ditemukan. 

"Pemantauan yang dilakukan jika ada informasi keberadaan korban benar-benar ada, misalnya korban sudah mengapung kami akan evakuasi," ungkapnya.

Foto: Pada hari ketujuh Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan pencarian korban hanyut Cristopher Rustam (21) di Air Terjun Situmurun, perairan Danau Toba, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026) |Dokumentasi: Polres Toba.(KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI)
Foto: Pada hari ketujuh Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan pencarian korban hanyut Cristopher Rustam (21) di Air Terjun Situmurun, perairan Danau Toba, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026) |Dokumentasi: Polres Toba.(KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI) (Kompas.com)

Baca juga: Arab Saudi Pecat Pelatih Herve Renard, Padahal Sukses Bawa Arab Lolos ke Piala Dunia 2026

Erikson menjelaskan, cakupan penyisiran di permukaan air yang dilakukan seluas 1,5 mil atau setara dengan 2,4 kilometer dari air terjun Situmurun dan kedalaman penyelaman mencapai 40-45 meter dari permukaan air.

"Penyelaman sampai batas kemampuan penyelam dan enggak sampai ke dasar air karena kita juga harus memikirkan keselamatan penyelam," ucapnya.

"Walaupun danau, tapi Danau Toba ini di atas ketinggian. Jadi, tekanan air berbeda dengan menyelam di laut," kata Erikson menambahkan. 

Selama tujuh hari, pencarian dilakukan Tim Gabungan yang terdiri dari personel Pos SAR Danau Toba, BPBD Kabupaten Toba, personel Polsek Lumban Julu, dan para relawan.

Proses pencarian terkadang dihentikan sementara karena kondisi cuaca mendung dan turun hujan di lokasi kejadian.

Baca juga: 8 Korban Tewas Jatuhnya Helikopter Airbus, Kombes J Ginting: Seluruh Korban Berhasil Diidentifikasi

Kondisi demikian terjadi pada hari keempat pencarian yang berlangsung pada Kamis (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Erikson mengatakan, pencarian yang dilakukan telah diperluas, ada yang melakukan penyelaman di dasar dan pencarian di permukaan air dengan menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB).

Erikson mengakui air terjun yang tumpah ke permukaan air jadi tantangan bagi penyelam untuk mencari korban. 

"Iya, air agak keruh dan kalau mendung tidak kelihatan sama sekali di bawah, sedangkan di bawah terdapat bebatuan,” kata Erikson saat diwawancarai pada Kamis (14/4/2026).

"Jumlah penyelam ada enam orang. Kami menggunakan scan Aqua Eye dan sonar. Kalau kemarin penyelaman sudah sampai 40 meter kedalamannya, tapi belum mencapai dasar," sambungnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Erikson, jarak titik korban hanyut ke air terjun sekitar 20 meter.

Kendati demikian, korban belum dapat dipastikan berada di titik tersebut.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bermula pukul Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu Christoper bersama 59 orang temannya dan pendamping dari kampus, Romo R.D Ngadiono datang untuk berekreasi.

Mereka menggunakan Kapal Penumpang KM Sibole-Bole 01 Silima Lombu. Setibanya di lokasi, Christoper dan temannya berenang di Seputaran Jatuhan Air Terjun Situmurun.

Lalu, selang 20 menit kemudian, kaki Christoper kram hingga membuatnya tenggelam.

(tribun-medan.com)

Sumber: kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved