Sumut Terkini
SPPG di Komplek Pemda Stabat Buang Limbah ke Parit, Warga Resah Akibat Bau Menyengat
Saat mengambil dokumentasi, salahseorang yang mengaku sekuriti dari salahsatu SPPG pun menghampiri wartawan.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kwala Bingai Stabat, yang berada di Komplek Pemda yang beralamat di Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kedapatan membuang limbah sembarangan.
Parahnya tak hanya SPPG Kwala Bingai Stabat saja yang skedapatan membuang limbah ke aliran parit komplek. Terdapat satu SPPG lainnya di lokasi yang sama, yang juga bersamaan membuang limbahnya ke aliran parit komplek.
Namun tak ada plang identitas atau petunjuk apapun soal nama dan yayasan SPPG itu.
Amatan wartawan dilokasi, air parit yang berminyak dan berlemak, serta aroma busuk sudah terasa saat berada disekitar kawasan SPPG Kwala Bingai Stabat.
Saat mengambil dokumentasi, salahseorang yang mengaku sekuriti dari salahsatu SPPG pun menghampiri wartawan.
Kepada sekuriti, wartawan pun menjelaskan kedatangan untuk melihat limbah yang dibuang sembarangan.
Menurut sekuriti itu, SPPG yang membuang limbah sembarang tersebut sudah tersedia Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"Sudah ada IPALnya," kata sekuriti sambil menyaring limbah dari dalam parit yang beraroma busuk, Jumat (17/4/2026).
Jika IPAL sudah ada, mengapa limbah masih mencemari parit, sekuriti itu pun tidak bisa menjawabnya.
Sedangkan seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan di dalam pemberitakan menjelaskan, selama operasional SPPG Kwala Bingai Stabat parit komplek selalu tercemar limbah operasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami sudah komplain tetangga ke dapur MBG, tapi tetap tidak ada perubahan. Halaman rumah saya kotor karena pekerja SPPG menyaring parit lalu membuang limbah ke halaman depan rumah," ujar warga.
"Saya komplain langsung ke kepala SPPG, alasannya sudah disaring tapi limbah tetap ada. Bau menyengat limbah lemak bercampur minyak dan sabun jadi sarang penyakit, parit yang bersih ada ikan pun jadi tercemar dan rusak. Padahal ada dua SPPG lain yang beroperasi di Komplek Pemda Stabat, tapi limbahnya gak kotor kaya limbah milik SPPG Kwala Bingai Stabat," sambungnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Langkat, Ali Ikhsan mengaku belum mengetahui soal dua SPPG yang berada di Komplek Pemda membuang limbah sembarangan.
"Ini baru dapat dari infonya," ujar Ali.
Menurut Ali, kedua SPPG itu sudah memiliki IPAL.
"Setau saya sudah ada IPALnya, mungkin atau perlu ada penambahan lagi," kata Ali.
"Sedangkan SPPG yang gak ada planknya itu, kemarin ada. Di hari pertama sewaktu dioperasionalkan saya hadir, dan itu bukan bukan plank tapi spanduk. Nanti coba saya konfirmasinya ya," tambahnya.
Ditanya soal apakah ada petugas yang mengawasi operasional SPPG secara rutin, Ali mengaku ada dari Dinas Kesehatan Langkat.
"Itu ada Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dari Dinas Kesehatan," tutup Ali.
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Ratusan Warga Lalang Terima Manfaat Program Sosial KAI Divre I Sumut |
|
|---|
| Menteri Pariwisata RI Kunjungi Samosir, Vandiko Memohon Dukungan Pusat |
|
|---|
| Pemkab Toba Terapkan Sistem Kerja WFH Mulai 24 April 2026 |
|
|---|
| Kadis Kominfo Tebingtinggi Bantah Kena OTT Polda Sumut, Tapi Benarkan Diperiksa Seharian |
|
|---|
| Berkas Perkara Anak 15 Tahun di Langkat Dilimpahkan ke Pengadilan, Ini Pasal yang Didakwakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/LIMBAH-SPPG-Kwala-Bingai-Stabat-yang-berada.jpg)