Sumut Terkini

Gubsu Bobby Beberkan Alasan Marahi Camat di Tapteng dan Viral di Sosmed

Bobby juga membeberkan alasan yang membuatnya sempat memanas dengan Camaat Tukka Kabupaten Tapteng tersebut.

|
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
GUBSU MARAHI CAMAT - Gubernur Sumut Bobby Nasution saat diwawancarai usai berziarah ke Taman Makam Pahlawan dalam rangka HUT Pemprov Sumut ke-78, Rabu (15/4/2026). Bobby beberkan kronologi ia memarahi camat Tukka, Tapteng. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sebuah video Gubernur Sumut Bobby Nasution marah ke Camat Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah Yan Muzir viral  di media sosial dalam video yang diposting di akun instagram resmi Pemprov Sumut itu terlihat, Bobby Nasutionsedang melakukan  peninjauann proyek tanggul di Kelurahan  Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Senin (13/4/2026).

Usai meninjau, Bobby Nasution menilai kinerja Yan Munazir lambat dalam pemantauan proyek tersebut.

Dan juga penanganan pascabanjir di sana.

Padahal Bobby mengatakan, pihaknya telah bersusah payah melobi pemerintah pusat untuk memberikan banyak bantuan pascabencana di Tapteng. 

Baca juga: Perpanjang STNK Tak Perlu Pakai KTP Pemilik Lama, Cek Wilayah Mana Saja yang Sudah Berlakukan

Baca juga: Nasib Maling Nekat Lompat ke Sumur Saat Dikejar Warga Sampai Berakhir Dievakuasi Damkar

Baca juga: Vivo Y31d Pro Jadi Andalan Pekerja Lapangan, Bukan Sekadar Gaya

Menanggapi itu, Bobby Nasution menceritakan kronologi kejadian  video viral tersebut.

Awal mulanya, kata Bobby Nasution, setiap berkunjung ia selalu mendapat keluhan dari warga belum dapatnya bantuan dari pemerintah.

Sementara di daerahh-daerah lain, kata Bobby keluhan tetap ada. Namun tidak sebanyak di Tapteng.

Padahal ini sudah berapa bulan pascabencana.

"Setiap datang ke Tapteng pasti masyarakat keluhannya belum dapat bantuan. Sementara ketika  kita datang ke daerah bencana lain seperti di Tapsel, Taput, tetangganya saja Sibolga keluhan itu masih ad,  tapi enggak terlalu banyak.

Ini hampir setiap titik, setiap kita datangi, keluhannya kalau di Tapteng itu belum dapat bantuan,"jelasnya saat diwawancarai usai Ziarah ke Taman Makam Pahlawan untuk memperingati HUT Pemprov Sumut ke-78, Rabu (15/4/2026).

Dikatakannya, pihaknya sudah sering meminta pemkab Tapteng untuk mempercepat pendataan.

"Sudah sering kita sampaikan, tolong datanya dipercepat. karena itu piur hanya data saja. Bukan bantuannya, tidak ada bantuan ready tapi datanya saja baik dari bawah hingga  pak bupatinya (lambat) sudah diingatkan berkali kali kemarin," ucapnya.

Bobby juga membeberkan alasan yang membuatnya sempat memanas dengan Camat Tukka Kabupaten Tapteng tersebut.

"Yang buat kita agak panas itu, penanganan sungai. Sekarang kita minta untuk difokuskan.  Dari puasa kemarin sudah kita sampaikan itu kita fokuskan. Karena itu pekerjaan Kementerian PU yang sudah berkontrak satu bulan lalu tapi belum bisa kerja," jelasnya.

Menurutnya, tidak bisanya Kementerian PU bekerja untuk membangun tanggul dan Sabo Dam karena permasalahan lahan.

"Jangan nanti kepala balai kita kena teguran dari Kementetian PU. Itu pekerjaan kementerian PU, bukan pemprov. Itu kita inginkan segera (dikerjakan) sudah sebulan belum bisa ngapa-ngapain (Kementerian PU) karena persoalan di lapangan kita minta camatnya lah," ucapnya.

Menurutnya, jika semua dari jabatan bawah hingga atas berkolaborasi tentu percepatan pembangunan tanggul dan sabo dam terlaksana dengan baik.

"Saya pernah di wali kota,  kalau camat nungguin, kepala desa nungguin, kepling nugguin, pasti bisa jalan. Ini sudah sebulan mandek. Alasanya banyak sekali masyarakat ini itu.karena apa? Belum dapat bantuan tadi merasa tanahnya mau diambil untuk pembangunan. Tapi apa-apa blum dapat karena hal seperti itu," ucapnya.

Makanya, kata Bobby pihaknya menegur keras camat tersebut. Karena belum ada bantuan yang diterima masyarakat.

"Kita minta dan tegur keras itu harus sudah dapat  (bantuannya) semua lah itu. Kalau sudah dapat masyarakat lebih tenang. Kerja pemerintah,  uangnya tidak sedikit uangnya banyak, ini bisa bekerja dengan lancar," jelasnya. 

Dikatakannya, pembangunan tanggul harus segera dilakukan. Hal itu dikarenakan, aliran sungai akan terus melintasi jalan warga.

"Ini setiap kita cek baru, belum sampai setengah jam sudah  banjir. Masyarakat ngaku sejam sudah naik lagi airnya.  Saya lihat sendiri, hujan di sana jalanan-jalanan yang tadinya kering tergenang lagi," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta ke pihak Pemkab untuk menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan harus selesai dalam minggu ini.

"Saya minta kemarin seminggu (pembebasan lahan) harus selesai. Pembebasan lahan itu  Baik dari  mekanisme normal atau bencana.ini up normal semua.dan Mekanisme bencana semua ya," ucapnya.

Bobby juga meminta agar seluruh pihak pemerintah bekerja dengaan ikhlas dan melayani masyarakat sepenuh hati

"Ya kalaau mungkin niat memperlambat gak tau juga kita. Tapi  cara kerjanya saja ya. Ya kita minta,semua pemerintah ini ikhlas dari hati. jangan merasa pejabat, minta dilayani. Kita melayani masyarakat itu aja,jelasnya,

Sebelumnya, sebuah video Bobby Nasution memarahi camat Tukka, Tapteng viral di Sosmed. 

Dalam video itu bobby menyinggung soal memperjuangkan agar mendapat dana bantuan. Tetapi pihak Camat lambat dalam pendataan.

"Orang perjuangkan kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau di sini saja tidak bisa, orang perjuangkan kau lho, kau daerah paling lambat tahu? Ku mention berkali-kali," ujar Bobby kepada Yan Munzir dengan nada tinggi.

Dia juga menyinggung Yan Munzir tidak cepat merespons keluhan masyarakat pascabencana terjadi sehingga ada masyarakat tidak mendapatkan bantuan.

"Bantuan masyarakat tidak dapat, ke Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling cerdas," jelasnya dalam video itu. 

(Cr5/Tribun Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved