Penyintas Banjir Didata untuk Tempati Huntap, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
HUNTARA MANDIRI - Sejumlah penyintas banjir tinggal di Huntara yang dibangun mandiri di Gang Bersama, Huntara Mandiri, Hutanabolon,Tapteng, Jumat (20/3/2026). Mereka diminta pindah dari lokasi pengungsian oleh pemerintah padahal huntara nya belum selesai dibangun pemerintah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terus melakukan pendataan penyintas banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Tapteng pada November 2025 lalu.

Selain melakukan pendataan, Bobby mengatakan, pihaknya terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur, pembangunan hunian tetap (huntap), normalisasi sungai, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah melakukan pendataan serta mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Tapteng dengan fokus utama pada pemulihan konektivitas dan sistem pengairan pascabencana banjir serta longsor yang melanda wilayah tersebut,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Jadi Pak Bupati Tapteng (Masinton) sudah bisalah menampung apa-apa saja aspirasi dari masyarakat dan fokuskan bantuan ke masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Gubsu Bobby Sebut Dana Bantuan Bencana Sumut Tahun Ini Naik Rp 23,32 Triliun

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada pendataan serta percepatan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) agar tepat sasaran.

Selain itu, Pemkab Tapteng juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Perbaikan infrastruktur mendesak seperti jalan, jembatan, sistem air bersih, dan sanitasi juga terus dilakukan," ucapnya.

Ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghadirkan inovasi guna membangkitkan kembali sektor pertanian, seperti pencetakan sawah baru, serta menghidupkan kembali UMKM yang terdampak.

“Saya terus berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda untuk mengawal pemulihan pasca banjir dan tanah longsor," katanya.

Diketahui, pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapteng masih sedikit lambat dibanding kab/kota lain.

Hal itu terlihat, dari pantauan Tribun Medan pada 21 Maret lalu, banyak warga yang akhirnya memutuskan bangun huntap/huntara mandiri. Khususnya di Kelurahan Hutanabolon, Tapteng.

Pembangunan huntap/huntara mandiri itu dilakukan, karena pemerintah setempat meminta mereka mengosongkan tenda pengungsian dengan cara memberi bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tapi tidak dilakukan secara merata.

Bukan hanya itu, Hutanabolon masih sering mengalami banjir secara berulang. Hal itu dikarenakan belum pulihnya aliran sungai pasca-banjir bandang beberapa waktu lalu.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved