Sumut Masih Butuh Bantuan, Bobby Respon Mendagri Minta Daerah Kaya Kirim Hibah ke Aceh 

Menurutnya, saat ini Sumut juga satu diantara daerah di Sumatera yang cukup terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Papan Gang yang bertuliskan Huntara Mandiri di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng,Jumat (20/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution, merespon soal Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang mengatakan Sumut daerah kaya di Sumut sehingga diinstruksikan untuk menyalurkan dana hibah kepada daerah terdampak bencana di Aceh. 

Menurutnya, saat ini Sumut juga satu diantara daerah di Sumatera yang cukup terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Selain itu, katanya, saat ini masih ada daerah di Sumut yang masih memerlukan bantuan.

"Ini bukan masalah kaya nggak kaya ya. Tanggapan saya, ini kan masalah kebutuhan. Kalau dibilang, saya selalu sampaikan, dibilang anggaran kita cukup, anggaran kita ada. Dibilang banyak, banyak. Dibilang sikit, sikit, tergantung pembandingnya dulu siapa ini," terangnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut, Senin (30/3/2026).

Diterangkannya, Presiden Prabowo memberikan dana ke kepala daerah dan provinsi yang terdampak bencana. 

"Kalau dibandingkan kita masuk lima daerah terbesar, itu coba dilihat dari lima daerah terbesar bandingkan coba. Dan kita juga bilang daerah terkena bencana. Bapak Presiden memberikan dana ke kepala daerah yang terdampak bencana dan provinsi terdampak bencana,"ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, bukan soal dana hibah itu diberikan ke daerah bencana. Melainkan di Sumut sendiri juga masih butuh dana hibah karana ada kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Baca juga: Pertanyakan Bantuan Banjir, Masyarakat Besitang Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Langkat

"Kemarin juga kita sudah sampaikan bukan masalah ngasih ke mana, bukan. Tapi di daerah kita terkena bencana juga. Masih ada kebutuhan dana," jelasnya.

Dikatakannya, kecuali dana hibah itu diberikan ke daerah yang tidak terdampak bencana. 

"Kalau emang dihibahkan ke daerah yang tidak berdampak langsung seperti Asahan, kita minta (dana hibah) atau menyerahkan bantuan ke Tapteng. Karena sampai hari ini masih belum terbangun secara full. Begitu pun ke Tapsel, Taput, dan Humbahas. Itu masih ada jalan terputus. Dan sementara itu mungkin bisa lebih bijak," jelanya.

Dijelaskannya, jika Mendagri minta dana hibah Medan dan Deliserdang diserahkan ke Aceh, Bobby menyerahkan ke bupati dan wali kotanya masing-masing.

"Wewenang dari bupati wali kotanya ya (dana hibah diberikan ke Aceh) kalau emang mereka merasa masyarakat terdampak sedikit dan tidak berdampak, ini silahkan saja tergantung bupati wali kota. Cuma bukan hanya saya bilang bencana ini bukan besar kecilnya satu nyawa manusia, 100 nyawa manusia. Kalau kita anggap di atas 100, baru bisa bantu. Di bawah 100 dibiarkan, apakah pemerintah seperti itu yang kita jalankan," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah yang memiliki kapasitas fiskal berlebih atau tidak terdampak bencana untuk menyalurkan dana hibah kepada daerah yang terdampak parah. 

Instruksi ini disampaikan dalam paparannya di Istana Negara, Rabu (25/3), sebagai bagian dari strategi gotong-royong nasional pemulihan pascabencana di Sumatera.

Mendagri secara spesifik meminta kota-kota besar di Sumatera Utara, seperti Medan dan Deliserdang, untuk memberikan bantuan keuangan langsung kepada kabupaten di Aceh yang mengalami kerusakan infrastruktur paling berat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved