11 Keluarga Terjebak Berhasil Dievakuasi , Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah Kembali Terendam Banjir

Warga pun terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka dan sebagian memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BANJIR TAPTENG - Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah banjir lagi sejak, Sabtu (14/3/2026). Warga merasa was-was apalagi banjir yang datang menjelang Idul Fitri. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (15/3) menyebabkan banjir. Banjir tersebut mengakibatkan pemukiman warga di Kelurahan Bonalumban dan Kelurahan Hutanabolon yang berada di kecamatan tersebut terendam.

Hujan deras terjadi sekitar dua jam membuat air meluap hingga masuk ke ratusan rumah warga, bahkan rumah ibadah dan sekolah juga kembali ikut dilanda banjir.

Nampak dari video warga, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Tengah bersama TNI berusaha mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.

Hasdi Hutabarat menjelaskan, curah hujan yang tinggi membuat debit air meningkat dengan cepat sehingga meluap ke kawasan permukiman.

Warga pun terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka dan sebagian memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Banjir datang setelah hujan deras sekitar dua jam. Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga," ujar Hasdi dalam video yang diperoleh Tribun Medan, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Korban Banjir Garoga di Huntara

Selain merendam rumah, banjir juga membawa material berupa lumpur serta potongan kayu dari hulu sungai. Kondisi ini membuat warga kesulitan membersihkan rumah mau pun lingkungan sekitar setelah air masuk ke permukiman.

Hasdi Hutabarat menuturkan, banjir yang melanda kampung mereka bukan kejadian pertama dan sudah berulang kali terjadi setiap musim hujan.

"Banjir ini terus berulang. Airnya membawa lumpur dan kayu, ketinggiannya bisa sampai sekitar satu meter di samping rumah," keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret mengatasi persoalan banjir tersebut agar tidak terus terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Tapteng  Erianto Tambunan mengatakan, sedikitnya 11 kepala keluarga sempat terjebak banjir dan telah berhasil dievakuasi oleh petugas.

"Ketinggian air tadi sekitar satu meter dan sekarang sempat mencapai satu setengah meter," kata Erianto.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI Kabupaten Tapanuli Tengah turun langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga serta melakukan penanganan darurat di area terdampak banjir.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved