Banjir di Tapteng

Rasa Trauma Warga Tapteng Jelang Idul Fitri Banjir Lagi: Kami Mengungsi ke Masjid Tanpa Bekal

Di kelurahan langganan banjir, Tukka khususnya Hutanabolon, air merendam pemukiman warga setinggi satu meter.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BANJIR TAPTENG - Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah banjir lagi sejak, Sabtu (14/3/2026). Warga merasa was-was apalagi banjir yang datang menjelang Idul Fitri. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPTENG- Warga Tapteng masih merasa trauma dengan banjir bandang yang kembali melanda, apalagi kini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri 2026.

Tapteng kembali dilanda banjir pada Sabtu (14/3/2026). Dalam beberapa jam, wilayah Tapteng kebanjiran hingga rumah warga tergenang banjir.

Di kelurahan langganan banjir, Tukka khususnya Hutanabolon, air merendam pemukiman warga setinggi satu meter.

Atas kejadian ini, warga merasa trauma apalagi banjir kembali datang melanda persis menjelang Idul Fitri.

"Kalau banjir datang lagi, kami semuanya mengungsi ke masjid tanpa perbekalan apapun. Cuma baju yang ada di badan," kata warga Tukka, Miska Nasution, Minggu (15/3/2026).

Banjir Sabtu sore kemarin, menjadi pertanda bahwa menjelang lebaran tahun ini warga masih dihantui kecemasan. 

"Tentu masih syoklah. Apalagi kemarin baru hujan sebentar langsung banjir lagi. Mudah-mudahan ada ketenagan bagi kami menjelang lebaran," ujarnya.

Selalu Pantau Debit Air Sungai

Banjir yang selalu menghantui warga Tukka membuat mereka selalu memantau air sungai terutama saat hujan turun.

"Hujan sebentar saha langsung air sungainya naik. Bisa dibayangkan betapa was-wasnya perasaan kami saat hujan turun. Apalagi ini sudah dekat lebaran," ujar Khumairan Lubis, warga Pasar Onan Tukka

Banyak yang harus mengungsi dalam keadaan tergesa-gesa, bahkan tidak sempat mengenakan pakaian hangat atau membawa dokumen penting. Mereka mengalami kelelahan dan stres akibat kejadian tersebut.

"Kalau air dari arah sungai mulai bergerak, maka kami akan langsung mengungsi ke masjid atau bangunan yang lebih tinggi tanpa membawa perbekalan apa pun," ujar.

Prioritaskan Lansia dan Anak

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Tengah Erianto Tambunan mengatakan pihaknya sigap meluncur ke wilayah yang diprediksi akan terdampak parah saat cuaca ekstrem mengancam. 

Dia mengungkapkan, bahwa BPBD juga bekerja sama dengan BASARNAS, TNI, dan instansi terkait lainnya melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan. 

"Kita prioritaskan lansia dan anak-anak dan orang sakit untuk mendapat penyelamatan dari ancaman serta mewanti-wanti banjir bandang dan tanah longsor kembali terjadi," kata Erianto.

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved