Breaking News

Tenda Pengungsian Kosong Sebelum Lebaran, Dana Tunggu Hunian Sebagian Sudah Dicairkan  

Dengan anggaran itu, warga tidak dipaksa untuk menyewa rumah. Tetapi bisa diperuntukkan ke tempat lain.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
AKSES JALAN - Kepala BPBD Sumut Tuahta Saragih saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/2/2026). Tuahta sebut masih ada 4 kecamatan yang akses jalannya terbatas pasca bencana di Sumut. 

Tuahta mengatakan, 4 kecamatan itu berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Untuk Kabupaten Tapanuli Tengah ada di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Sibabangun. Di Tapanuli Utara Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan.

"Jadi ini jangkauan akses masuknya terbatas ya bukan terisolir. Misal jangkauan ada empat yang masih sulit masuk, jadi bisanya dilewati dengan jalan kaki. Maka dari itu harus ada perbaikan jalan atau perbaikan jembatan," jelasnya saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/2).

Ada pun desa yang masih terbatas di empat Kecamatan itu yakni Desa Saur Manggita, Kalangan II, Sibio-bio, Lumban, Julu Pertengahan, Hutatua, dan Hutajulu.

"Sejak masa transisi ini ada 10 jembatan yang sedang dibangun dan sudah selesai dikerjakan 8. Tetapi di tanggal 11 dan 16 kemarin, banjir lagi. Sementara pembangunan jembatan ini belum kering jadi dia bergeser kembali," katanya.

Untuk itu, kata Tuahta, pihaknya bakal membangun jembatan dengan model yang terbuat dari besi dan temboknya ditumpukkan dengan tanah.

"Perbaikan jembatan masih terus berlangsung mudah-mudahan selesai pasa bulan Maret, jika cuaca mendukung," jelasnya.  

Diketahui, akibat banjir bandang di tiga kabupaten Sumut seperti Tapteng, Tapsel, dan Langkat, ada ratusan korban jiwa yang meninggal dan ribuan warga yang masih mengungsi hingga saat ini.

Sementara pantauan Tribun Medan, Selasa (24/2/2026) akses jalan dari Taput menuju Sibolga via rampah juga masih banyak titik longsor dan banyakk badan jalan yang terbelah dan amblas.

Gundukan tanah-tanah masih cukup tinggi di beberapa sisi jalan. Bahkan aliran air dari tebing pasca longsor mengalir ke badan jalan. Tidak ada rambu ataupun pembatas jalan yang disediakan pihak pemerintah. Sehingga cukup membahayakan pengendara terutama yang melakukan perjalanan di malam hari.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved