99,9 Persen Kasus Berujung Kematian, Ada 1.011 Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies di Humbahas
Ia menerangkan, rabies merupakan penyakit yang sangat mematikan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
Hewan tak Biarkan Bebas Berkeliaran
Pada tahun 2025, sebanyak 7.579 ekor HPR telah divaksin. Ketersediaan vaksin tersebut bersumber dari APBD provinsi sebanyak 800 dosis serta droping dari Kementerian Pertanian sebanyak 1.000 dosis.
"Hal ini diharapkan dapat menekan risiko penularan rabies dan melindungi kesehatan masyarakat di Kabupaten Humbahas," ujar Kadis Kesehatan P2KB Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Alexander Gultom.
Masyarakat diminta melakukan vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, serta memastikan hewan tidak dibiarkan berkeliaran bebas.
"Apabila terjadi gigitan hewan, warga diimbau segera mencuci luka dengan sabun di bawah air mengalir, kemudian melapor ke Rabies Center atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat," ungkapnya.
Katanya, Hewan yang menggigit perlu diobservasi selama 14 hari, dan apabila pasien dinyatakan mengalami gigitan berindikasi rabies, petugas kesehatan akan memberikan VAR sesuai ketentuan," pungkasnya.
| Gelar Vaksinasi Rabies Secara Massal, Pemkab Targetkan Tahun 2025 Kabupaten Samosir Bebas Rabies |
|
|---|
| Lebih 4 Ribu Anjing Sudah Divaksin Rabies, Dinas Peternakan Siantar Wanti-wanti Warga Hal Ini |
|
|---|
| Antisipasi Rabies, Bhabinkamtibmas Kelurahan Marihat Jaya Dampingi Petugas Dinas Vaksinasi Ternak |
|
|---|
| Dua Anak di Nias Selatan Menjadi Korban Gigitan Anjing yang Dibiarkan Liar, Polres Bertindak |
|
|---|
| Cegah Penyebaran Rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir Sosialisasi di Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Humbahas-melakukan-vaksinasi-terhadap-hewan.jpg)