Tititk Panas Menyebar di Beberapa Daerah, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Kebakaran 

kondisi ini menyebabkan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal tanpa adanya penghalang awan yang signifikan.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Pinterest/Ningsih Prianda
CERAH- Ilustrasi kondisi cuaca yang tampak cerah berawan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika(BMKG) Wilayah I menyebut, ada 48 titik panas di Sumut dalam waktu beberapa hari ke depan. 

Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Afriza mengatakan, ada beberapa daerah yang diminta warga untuk waspada yakni Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Pesisir barat, Langkat, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, sebagian Pesisir Timur dan Bagian Selatan Sumatera Utara.

Dikatakannya, berdasarkan hasil analisis kondisi meteorologi, beberapa wilayah di Sumut dalam beberapa hari terakhir mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan dengan intensitas penyinaran matahari yang cukup tinggi, terutama pada pagi hingga siang hari. 

"Cuaca terik yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologis utama, antara lain minimnya tutupan awan akibat terbatasnya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sumatera Utara bagian timur," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (27/1/2026).

Diterangkannya, kondisi ini menyebabkan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal tanpa adanya penghalang awan yang signifikan.

Baca juga: Karhutla di Samosir Diperkirakan Sekitar 100 Ha, Dishut Provsu Masih Siaga Munculnya Titik Api Baru

"Selain itu, dominasi massa udara relatif kering pada lapisan bawah atmosfer turut menghambat proses pembentukan awan hujan," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, pola angin regional yang cenderung lemah juga menyebabkan proses sirkulasi dan distribusi panas di atmosfer tidak berlangsung optimal, sehingga panas terakumulasi di wilayah daratan, khususnya di kawasan perkotaan.

"Sebagai informasi yang harus diwaspadai. Dikarenakan jika terdeteksi adanya titik panas, artinya adanya lahan atau pun dedaunan di hutan atau pun di lahan terbuka yang kondisinya sangat kering dan sangat mudah terbakar atau berpotensi terjadinya kebakaran," jelasnya.  

Berdasarkan data BBMKG Wilayah I, Selasa (27/1/2026), ada sekitar 48 titik panas yang terdata pada Senin (26/1), di antaranya 2 titik di Kabupaten Dairi, 6 titik di Humbang Hasundutan, 4 titik di Kabupaten Karo. 

Kemudian, titik panas juga terpantau di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 3 titik, Labuhanbatu Selatan sebanyak 1 titik, Mandailing Natal sebanyak 7 titik panas, Nias Utara sebanyak 2 titik, Padang Lawas Utara sebanyak 3 titik, Tapanuli Selatan 2 titik. 

Titik panas terbanyak terpantau berada di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 14 titik, dan Tapanuli Utara sebanyak 2 titik.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved