Sumut Terkini
SAHdaR Catat ASN dan Kepala Desa Jadi Aktor Terbanyak Kasus Korupsi di Sumatera Utara Sepanjang 2025
Sahdar) mencatat aktor pelaku korupsi yang paling banyak ditangkap di Sumatera Utara merupakan ASN dan kepala desa.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Sentra Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (Sahdar) mencatat aktor pelaku korupsi yang paling banyak ditangkap di Sumatera Utara merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa. Dalam perkara korupsi tahun 2025, sebanyak 56 ASN jadi tersangka dan 34 Kepala Desa terbukti melakukan korupsi.
"Sebaran aktor pelaku korupsi dari penyelenggara negara yakni PNS 56 orang, Kepala Desa 34 orang, pegawai kantor desa 11 orang, pegawai BUMN 8 orang, pegawai BUMD 4 orang, Polri 1 orang, Kepala Daerah 1 orang, tenaga honorer 1 orang. Kemudian, aktor pelaku dari swasta/umum yakni rekanan atau penyedia 29 orang, masyarakat umum 14 orang, wiraswasta 14 orang, karyawan swasta 2 orang, konsultan pengawas 2 orang," Koordinator SAHdaR, Hidayat Chaniago, Senin (29/12/2025).
Hidayat menyampaikan, fata tersebut diperoleh dari hasil penelitian dan pemantauan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan.
Hal ini memperlihatkan bahwa PNS sebagai abdi negara belum maksimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai tulang punggung birokrasi dalam mengelola. pemerintahan yang baik dan bersih.
Pada tahun 2025, SAHdaR menemukan terdapat 172 register perkara dengan perhitungan kasus sebanyak 89.
"Total terdakwa sebanyak 177 orang. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun 2024 yakni terdapat 153 register perkara kasus korupsi dengan perhitungan kasus sebanyak 72, total terdakwa sebanyak 158 orang," kata Hidayat.
Meski kasus meningkat, namun kerugian negara akibat berbagai korupsi lebih rendah dari pada tahun 2024 yang mencapai 1 triliun.
"Kemudian, dari kasus korupsi yang ditemukan terdapat potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp117,4 miliar. Nilai kerugian ini mengalami penurunan pada tahun 2024 lalu yang mencapai Rp1 triliun," kata Hidayat.
Hidayat menyampaikan, banyak kasus korupsi yang ditindak dalam katagori kecil.
"Kasus korupsi yang disidangkan pada tahun ini, paling banyak kasus korupsi dengan kategori ringan sebanyak 50 kasus, kategori sedang 27 kasus," tambah Hidayat.
(cr17/tribun-medan.com)
| Saksi Pemkab Deli Serdang Paparkan Proses Perubahan Tata Ruang di Sidang Eks Lahan PTPN |
|
|---|
| Jaksa Terima Berkas Sopir yang Bakar Rumah Hakim PN Medan untuk Disidangkan |
|
|---|
| KontraS Sumut Kecam Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus oleh OTK |
|
|---|
| Terdakwa 2.971 Butir Ekstasi Kabur dari Sel Tahanan PN Stabat, Tewas Kecelakaan saat Melarikan Diri |
|
|---|
| Jelang Mudik, Dishub Sumut Gelar Ramp Check hingga Tes Urine Sopir di Terminal Amplas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Koordinator-SAHdaR-Hidayat-Chaniago-saat-diwawancarai-tribun-medan.jpg)