Minggu, 5 Juli 2026

Berita Olahraga

Kisah Toni Kristian Hutapea, Anak Penarik Becak Kini Jadi Perwira Polri Berkat Prestasi Kickboxing

Kondisi ekonomi keluarga membuatnya kerap menjadi sasaran perundungan saat masih kecil.

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Atlet kickboxing Sumatra Utara, Toni Kristian Hutapea (kiri) foto bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo (kanan) saat perayaan HUT Polri ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Toni mendapatkan kesempatan menjadi Perwira Polisi melalui jalur rekrutmen proaktif Polri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Perjuangan panjang yang dilalui atlet kickboxing Sumatera Utara, Toni Kristian Hutapea, akhirnya berbuah manis.

Setelah bertahun-tahun mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan nasional hingga internasional, Toni kini mendapat kesempatan menjadi Perwira Polisi melalui jalur rekrutmen proaktif Polri.

Jalur rekrutmen proaktif merupakan program khusus yang diberikan Polri kepada atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional.

Para atlet yang memenuhi kriteria akan langsung mengikuti pendidikan pembentukan Perwira Pertama (Pama) Polri dan setelah lulus menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Bagi Toni, kesempatan tersebut bukan sekadar pekerjaan atau jabatan. Momen itu menjadi jawaban atas doa dan cita-cita yang telah ia pendam sejak kecil.

Namun, siapa sangka, di balik sederet prestasi yang kini menghiasi namanya, Toni pernah menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan.

Lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Toba, Toni tumbuh sebagai anak dari seorang ibu yang berjualan kue keliling dan ayah yang bekerja sebagai penarik becak.

Kondisi ekonomi keluarga membuatnya kerap menjadi sasaran perundungan saat masih kecil.

"Awalnya saya korban bullying di kampung. Ibu saya jualan kue keliling, ayah saya penarik becak. Karena hidup kami sederhana dan menumpang, saya sering direndahkan. Dari situ saya mulai belajar bela diri," kenang Toni ketika diwawancarai Tribun Medan melalui seluler. 

Melihat Toni yang terus menjadi korban perundungan, salah satu saudaranya, Niko Sihotang, mengajaknya berlatih karate di perguruan Kala Hitam pada tahun 2013 lalu.

Awalnya Toni tidak memiliki minat terhadap olahraga bela diri. Namun, latihan empat kali dalam sepekan perlahan mengubah kehidupannya.

"Waktu itu saya jadi jarang main dikampung. Aktivitas saya lebih banyak latihan. Dari situ saya mulai menikmati bela diri," ujarnya.

Dua tahun kemudian, Toni mulai mengikuti berbagai pertandingan karate. Hadiah demi hadiah yang diraih membuatnya semakin termotivasi.

"Saya berpikir ternyata latihan bukan hanya bikin sehat, tapi juga membentuk mental dan bisa menghasilkan prestasi," katanya. 

Sejak saat itu, Toni mengaku, semangatnya semakin tumbuh karena terinspirasi oleh seniornya di Kabupaten Toba, Adi Manurung, yang saat itu dikenal sebagai salah satu fighter terbaik di daerahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Minggu, 5 Juli 2026 | 00:00 WIB
Canada
Kanada
0 - 3
Morocco
Maroko
Round of 16 - Babak 16 Besar
Minggu, 5 Juli 2026 | 04:00 WIB
Paraguay
Paraguay
0 - 1
France
Prancis
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved