Berita Olahraga

Tamado Simon Sagala Resmi Jadi Pelatih LoL Indonesia Jelang ENC 2026

Kabar membanggakan datang dari dunia esports Sumatra Utara. Tamado Simon Sagala mendapat kepercayaan dari Pengurus Besar Esports.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ESPORTS- Tamado Simon Sagala resmi menjadi pelatih Timnas Esports Indonesia nomor League of Legends. Tamado akan menukangi Timnas Indonesia jelang menghadapi ENC 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Kabar membanggakan datang dari dunia esports Sumatra Utara. Tamado Simon Sagala mendapat kepercayaan dari Pengurus Besar Esports Seluruh Indonesia (PB ESI) menjadi pelatih Timnas Indonesia pada nomor League of Legends (LoL) . 

Penunjukan ini menjadi momen penting bagi eks pelatih esports nomor Lokapala Sumatra Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 lalu. 

Tamado akan menukangi Timnas Indonesia untuk menghadapi Esports Nations Cup (ENC), pada November 2026 mendatang. Multi event internasional ini merupakan turnamen yang diselenggarakan Esports Foundation yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi. 

Tamado Simon Sagala memang bukan sosok asing bagi Timnas Esport Indonesia. Ia pernah menjadi pelatih Timnas Esports Indonesia di nomor yang sama pada pada SEA Games 2022 di Vietnam. Kendati begitu, Tamado mengaku sangat senang dan bangga kembali didapuk menjadi pelatih LoL Timnas Indonesia. 

"Ya bagus lah ada kesempatan, apalagi LoL mau main di ENC. Karena juga kemarin LoL dalam beberapa pertandingan di Internasional selalu gagal," ujar Tamado kepada Tribun Medan, Rabu (29/4/2026). 

Setelah resmi menjadi pelatih LoL Timnas Indonesia, Tamado mengatakan, pihaknya akan langsung menggeber seluruh persiapan, mulai dari tahapan seleksi atlet dan menyiapkan program latihan. 

"Untuk menghadapi ENC latihan persiapan akan kami geber, ini juga sedang proses seleksi atlet. Kemungkinan nanti bakal ada announcement dari PB ESI untuk atlet yang akan terpilih," ujarnya. 

Meski bukan sosok asing di LoL Indonesia, bukan berarti Tamado tidak mendapatkan kendala. Eks pelatih Vi Medan itu mengatakan bahwa saat ini pihaknya mengalami kesulitan mencari atlet yang diharapkan. 

Hal ini bukan tanpa sebab. Mengingat, semakin pesatnya perkembangan dan persaingan pada permainan video arena, baik di perangkat komputer maupun mobile. Sehingga, tak sedikit atlet maupun pemain LoL yang memilih hijrah ke permainan lainnya. 

"Ini sedang susah mencari atlet saja, karena atlet LoL sudah berkurang, tidak sebanyak dulu. Jadi seleksinya sedikit lebih susah lah," ungkap Tamado. 

Sebelum bertarung di ENC, kata Tamado pihaknya terlebih dahulu harus mengikuti babak kualifikasi wilayah Asia Tenggara yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Babak ini pun menjadi target pertama yang diapungkan Tamado sejak didapuk menjadi pelatih Timnas LoL Indonesia. 

"Target kami fokus ke babak kualifikasi dulu. Kayaknya target awal itu lolos kualifikasi dulu di Asia Tenggara, supaya bisa ikut di main stage nanti November," ujarnya. 

Tamado melihat, persaingan esports khsususnya pada nomor LoL di Asia Tenggara sudah semakin ketat. Bahkan, katanya, Singapura menjadi salah satu ancaman bagi Indonesia dalam persaingan memperebutkan tiket kualifikasi ENC 2026 tersebut. 

"Di Asia Tenggara negara yang kuat itu paling Vietnam. Tapi Vietnam sudah invite ke main stage. Jadinya yang ikut kualifikasi itu yang kuat Singapura. Kita melihat dari track record mereka di Asia Tenggara. Mereka itu biasanya di Juara 1 pada kompetisi klub, kemudian dari segi komunitas lebih aktif," tutur Tamado. 

Dengan begitu, Tamado berharap tahapan seleksi atlet ini bisa memunculkan pemain LoL yang sesuai keinginan. Sehingga Indonesia mampu bersaing dalam babak Kualifikasi ENC 2026 nantinya. 

"Saya berharap atlet yang terpilih sesuai dengan harapan, dan kemampuannya masing-masing. Sehingga target lolos ke main stage nanti di kualifikasi bisa terpenuhi. Karena di kualifikasi nanti hanya dua tim yang lolos," pungkasnya. 

Diketahui, sebelum menjadi pelatih timnas gim LoL, Tamado pernah menjadi atlet, manajer, dan pelatih Tim Vi Medan sejak 2015 hingga 2018.

Ia juga pernah menjadi pelatih kepala tim ZHR E-sports sejak 2018 hingga 2019. Selain itu, ia juga pernah menjadi kepala pelatih tim Professional E-sports, pada tahun 2020.

Bersama Tim Vi Medan, ia pernah menyabet juara satu Medan Games Competition LoL, tahun 2018.
(Cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved