Berita Olahraga

PBVSI Sumut Gelar Pemanduan Bakat Jelang Pra-PON 2027, Diikuti 45 Atlet dari 11 Daerah

Wiko mengaku cukup terkejut dengan potensi yang dimiliki para atlet, terutama dari segi postur tubuh.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Foto bersama peserta Pemanduan Bakat PBVSI Sumut di GOR Voli Indoor,Minggu (26/4/2026). Pemanduan Bakat ini merupakan bagian persiapan menatap Pra-PON 2027 mendatang.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara menggelar kegiatan pemanduan bakat atlet di GOR Voli Indoor Sumut pada 25–26 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian persiapan menghadapi Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 yang direncanakan berlangsung di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum PBVSI Sumut, Wiko Lovino Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini belum masuk tahap seleksi akhir, melainkan masih dalam proses identifikasi awal untuk menjaring potensi atlet terbaik dari berbagai daerah.

Ia mengatakan, para peserta merupakan atlet yang dikirim dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara setelah sebelumnya PBVSI Sumut meminta masing-masing daerah mengirimkan perwakilan atlet terbaik mereka sekitar satu bulan lalu.

“Ini belum seleksi, masih pemanduan bakat. Kita ingin mengidentifikasi calon-calon atlet yang akan dipersiapkan menuju Pra-PON 2027. Dari sini kita sudah bisa mendapatkan gambaran kerangka tim bola voli putra Sumatera Utara,” ujar Wiko kepada Tribun Medan.

Sebanyak 45 atlet dari 11 kabupaten/kota ikut serta dalam kegiatan pemanduan bakat yang dipimipin oleh Sugiarto, Indra Kasih, Andi, dan Zulkarnaen.

Wiko mengaku cukup terkejut dengan potensi yang dimiliki para atlet, terutama dari segi postur tubuh.

“Cukup mengejutkan, ada sekitar enam sampai tujuh atlet yang memiliki tinggi di atas 190 cm. Ini menunjukkan potensi atlet bola voli putra kita sangat menjanjikan. Ini juga berkat kerja sama yang baik antara Pemprov dan pengkab/pengkot,” ungkapnya.

Selain postur, kemampuan teknik para atlet juga dinilai cukup beragam. Sekitar 60 persen atlet dinilai sudah memiliki kemampuan bermain yang cukup baik dan siap dikembangkan lebih lanjut, sementara 40 persen lainnya masih membutuhkan peningkatan materi latihan.

Sebagai tindak lanjut, PBVSI Sumut akan kembali menggelar tahap kedua pemanduan bakat. Dari hasil tahap pertama ini, rencananya akan dipilih sekitar 28 atlet untuk mendapatkan program latihan mandiri selama tiga bulan ke depan.

“Dalam waktu dekat kita akan tetapkan 28 nama. Mereka akan diberikan materi latihan untuk dijalankan di daerah masing-masing, dan tetap dalam pemantauan kami. Kita juga akan bersurat ke pengurus kabupaten/kota agar ikut mengawasi perkembangan atlet,” jelasnya.

Wiko menambahkan, program ini masih difokuskan untuk persiapan Pra-PON, sehingga pembinaan dilakukan secara bertahap dengan sistem dua lapisan (layer).

Lapisan pertama akan dipersiapkan sebagai tim utama untuk Pra-PON 2027, sementara lapisan kedua diproyeksikan untuk jangka panjang menuju PON.

“Di layer kedua banyak atlet dengan postur tinggi dan potensi besar. Nantinya akan ada sistem promosi dan degradasi, sehingga mereka bisa terus berkembang dan bersaing untuk masuk ke tim utama,” katanya.

Ia berharap para atlet yang terpilih memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan program latihan yang telah disusun oleh tim pembinaan prestasi (Binpres) PBVSI Sumut, serta mendapatkan dukungan penuh dari pengurus di daerah masing-masing.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved