Berita Olahraga

Pelatda Judo Sumut Tetap Berjalan saat Ramadan, Fokus Hadapi Kasad Cup dan Penang Invitational 2026

PJSI Sumut ingin memastikan keseimbangan antara kesiapan fisik, teknik, serta kekhusyukan ibadah para atlet.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Foto bersama para atlet binaan PJSI Sumut saat melakukan latihan di Stadion Unimed beberapa waktu lalu. PJS Sumut tetap jalankan pelatda PPI selama Ramadan, guna persiapan menghadapi dua event terdekat.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara (Sumut) memastikan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) melalui skema Program Pembinaan Intensif (PPI) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah tersebut diambil karena PJSI Sumut tengah mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya menghadapi dua agenda penting pada April 2026 mendatang, yakni Kasad Cup 2026 dan Penang Invitational JICA Judo Championship 2026.

Dalam program PPI, terdapat 10 atlet yang saat ini menjalani latihan terpusat, yakni Febby Landa Marlina (-45 kg putri), Winda Miska Sinaga (-48 kg putri), Nanda Olivia Banurea (-70 kg putri), Daffa Maulana Putra (-60 kg putra), Jhonatan Panggabean (-66 kg putra), Winner Felix Panggabean (-73 kg putra), Diki Hartato (-81 kg putra), M. Okky Wicaksono (-100 kg putra), serta dua atlet nomor Nage No Kata, Diego Wirawan Siregar dan Dicky Anugerah Sembiring.

Ketua PJSI Sumut, M. Arief Fadhillah, menegaskan bahwa meski memasuki bulan puasa, program latihan tidak dihentikan. Para atlet tetap menjalani latihan terpusat di Pendopo PJSI Sumut, tidak seperti beberapa cabang olahraga lain yang menerapkan sistem latihan mandiri.

“Program PPI tetap berjalan. Kita tidak menerapkan latihan mandiri, tetap dipusatkan di Pendopo PJSI Sumut. Memang ada sedikit penyesuaian dari sisi intensitas dan pola latihan selama Ramadan, tapi itu sudah diatur oleh tim pelatih agar atlet tetap bisa berlatih optimal tanpa mengganggu ibadah,” ujar Arief.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan menurunkan intensitas latihan dan mengatur ulang jadwal agar kondisi fisik atlet tetap terjaga selama berpuasa.

PJSI Sumut ingin memastikan keseimbangan antara kesiapan fisik, teknik, serta kekhusyukan ibadah para atlet.

Untuk ajang Kasad Cup 2026, Arief mengungkapkan bahwa idealnya seluruh atlet yang tergabung dalam PPI dapat diturunkan.

Pasalnya, sistem kejuaraan judo saat ini mengandalkan pengumpulan poin menuju target jangka panjang, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

“Kasad Cup ini bukan sekadar kejuaraan biasa. Sistemnya pengumpulan poin. Jadi idealnya semua atlet PPI turun. Kalau kita hanya ikut satu dua kejuaraan saja, akan sulit mengejar poin untuk PON nanti,” jelasnya.

Arief mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan berkonsultasi dengan Ketua KONI Sumut terkait dukungan pembiayaan.

Sebab, berdasarkan pembicaraan sebelumnya, bantuan dari KONI lebih difokuskan untuk kejuaraan nasional (Kejurnas).

Menurutnya, jika pembiayaan hanya mengacu pada Kejurnas, maka akan menjadi kendala besar bagi cabang olahraga seperti judo yang membutuhkan frekuensi pertandingan lebih banyak untuk mendongkrak poin atlet.

“Minimal kita harus bisa ikut tiga event dalam setahun untuk pengumpulan poin. Tidak semua event harus diikuti, tentu ada kalkulasi mana yang strategis. Tapi kalau hanya satu kesempatan, terus terang kita bisa tertinggal,” tegasnya.

Sementara itu, untuk Penang Invitational JICA Judo Championship 2026 di Malaysia, PJSI Sumut akan menurunkan atlet-atlet junior.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved