Berita Olahraga
Kali Pertama Dipanggil Pelatnas, Reza P. Perangin-angin Siap Hadapi Ketatnya Persaingan Asia
Prestasi itu menjadi modal penting sekaligus bukti konsistensinya di level internasional kawasan Asia Tenggara.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Atlet cabang olahraga atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara, Reza P. Perangin-angin, kembali mendapat kepercayaan memperkuat Pelatnas Indonesia.
Kali ini, ia diproyeksikan tampil pada ajang ASIAN Para Games yang akan digelar di Nagoya, Jepang, pada 15 September hingga 3 Oktober 2026.
Pemanggilan Reza ke Pelatnas bukan tanpa alasan.
Atlet andalan NPCI Sumut tersebut tampil gemilang pada ASEAN Para Games XIII 2026 di Thailand dengan menyumbangkan dua medali emas dari nomor Lempar Cakram (F44) dan Tolak Peluru (F44), serta satu medali perak dari Lempar Lembing (F44).
Prestasi itu menjadi modal penting sekaligus bukti konsistensinya di level internasional kawasan Asia Tenggara.
Namun, pada ASIAN Para Games 2026 nanti, Reza dipastikan hanya akan turun di satu nomor, yakni Lempar Lembing F44.
Nomor Tolak Peluru yang selama ini juga menjadi andalannya tidak dipertandingkan di ajang tersebut.
Reza mengaku bersyukur sekaligus merasakan tantangan besar atas pemanggilan pertamanya ke Pelatnas untuk level ASIAN Para Games.
“Ya perasaannya senang, tapi karena ini yang pertama kali saya dipanggil untuk Pelatnas Asian Para Games, ya gimana ya, seperti bisa nggak ya. Ada rasa deg-degan karena saingannya akan lebih berat lagi. Belum lagi kita akan berhadapan dengan China, Iran, India. Makanya itu bukan pesimis, tapi ya karena pengalaman pertama itu,” kata Reza.
Ia menyadari bahwa persaingan di level Asia jauh lebih ketat dibandingkan ajang regional.
Negara-negara seperti China, Iran, dan India dikenal memiliki tradisi kuat di nomor lempar.
Secara capaian, Reza memiliki catatan rekor tolakan peluru sejauh 12,23 meter.
Sementara untuk lempar lembing, lemparan terbaiknya tercatat 41 meter saat Peparnas 2024.
Namun, berdasarkan limit persaingan Asia sebelumnya, angka kompetitif berada di kisaran 49 meter, dengan India disebut sebagai salah satu pesaing terberat.
“Kalau kita kan sebenarnya nomor terukur dari limit yang lalu memang sedikit jauh, tapi harus tetap positif thinking. Bisa, akan dikencangkan lagi latihannya,” katanya optimistis.
Saat ini, intensitas latihan masih menyesuaikan kondisi bulan Ramadan. Reza mengakui program latihan belum sepenuhnya maksimal, namun peningkatan akan dilakukan setelah Ramadan usai.
| Pengprov MI Sumut Ikut Mosi Tak Percaya Kepengurusan PBMI, Desak Perubahan Kepemimpinan |
|
|---|
| Mini Soccer PORWASU 2026 Mulai 9 April, 14 Tim Terbagi dalam 4 Grup |
|
|---|
| Jadwal Hari Kedua 6 Besar Liga 4 Sumut, Duel Sengit Binjai City SC Kontra Pelita Medan Soccer |
|
|---|
| KBI Sumut Genjot Persiapan Atlet, Tes Fisik Formatif Jadi Tolok Ukur Awal Program PPI KONI |
|
|---|
| Payabakung FC dan PS Kwarta Raih Kemenangan di Laga Pembuka 6 Besar Liga 4 Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Reza-P-Perangin-angin-tengah-saat-menerima-medali-emas.jpg)