Berita Olahraga
SPOBDA/SPOBNAS Sumut Tetap Gelar Latihan Selama Ramadan, Namun Dengan Intensitas Rendah
Meski demikian, intensitas latihan akan disesuaikan guna menjaga kondisi fisik para atlet yang menjalankan ibadah puasa.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah/Nasional (SPOBDA/SPOBNAS) Sumatera Utara memastikan program latihan atlet tetap berjalan selama Bulan Suci Ramadan.
Meski demikian, intensitas latihan akan disesuaikan guna menjaga kondisi fisik para atlet yang menjalankan ibadah puasa.
Merujuk kalender Hijriah Kementerian Agama RI, awal puasa 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Namun, kepastian awal Ramadan masih menunggu hasil pemantauan hilal yang dijadwalkan pada hari ini Selasa, 17 Februari 2026. Hasil rukyatul hilal dan perhitungan metode hisab nantinya akan dibahas dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala UPT SPOBDA/SPOBNAS Sumut, Apri Sugiarto, menegaskan bahwa pihaknya tidak menghentikan program pembinaan selama Ramadan.
Para atlet tetap berlatih sesuai jadwal rutin dengan penyesuaian pada durasi dan beban latihan agar tidak terlalu menguras energi.
“Jadi di bulan Ramadan kita tetap menggelar latihan seperti jadwal biasa, tetapi intensitas latihan yang dikurangi. Jadi latihan tetap dilaksanakan seperti biasa, rest-nya Kamis dan Minggu, tetapi intensitasnya dikurangi. Yang tadinya dua jam menjadi satu setengah jam,” ujar Apri.
Penyesuaian tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik atlet dan kewajiban menjalankan ibadah puasa.
Ia juga memastikan tidak ada kebijakan meliburkan atlet menjelang Ramadan. Seluruh atlet tetap tinggal di asrama dan menjalani program pembinaan sebagaimana biasanya.
“Kita juga tidak ada libur menjelang Ramadan, mereka kan tidak pulang. Jadi mereka masih ada di asrama. Mungkin nanti hari pertama Ramadan kita tidak latihan dan besoknya baru mulai lagi latihan karena kan anak-anak perlu penyesuaian dulu di Ramadan, puasa nanti selanjutnya baru kita latihan lagi,” jelasnya.
Menurut Apri, masa adaptasi di awal Ramadan penting agar kondisi fisik atlet tetap stabil. Setelah itu, latihan kembali berjalan dengan porsi yang sudah disesuaikan.
Pihaknya juga akan memantau kondisi fisik, termasuk berat badan atlet, agar tidak mengalami kenaikan (over) maupun penurunan (under) yang signifikan selama berpuasa.
“Kita akan tetap menjaga kebugaran anak-anak agar berat badannya tidak over ataupun under,” katanya.
Ia menambahkan, selama Ramadan fokus latihan lebih diarahkan pada pemeliharaan stamina dan kebugaran dasar, bukan pada peningkatan beban berat.
Tujuannya agar performa atlet tetap terjaga tanpa memaksakan kondisi tubuh yang sedang berpuasa.
| Pengprov MI Sumut Ikut Mosi Tak Percaya Kepengurusan PBMI, Desak Perubahan Kepemimpinan |
|
|---|
| Mini Soccer PORWASU 2026 Mulai 9 April, 14 Tim Terbagi dalam 4 Grup |
|
|---|
| Jadwal Hari Kedua 6 Besar Liga 4 Sumut, Duel Sengit Binjai City SC Kontra Pelita Medan Soccer |
|
|---|
| KBI Sumut Genjot Persiapan Atlet, Tes Fisik Formatif Jadi Tolok Ukur Awal Program PPI KONI |
|
|---|
| Payabakung FC dan PS Kwarta Raih Kemenangan di Laga Pembuka 6 Besar Liga 4 Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kegiatan-Play-and-Joy-Spobda-Sumut-sebelum-libur.jpg)