Berita Olahraga

Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman, Dinilai Punya Kapasitas Bangun Tim dari Nol

Pelatih asal Britania Raya tersebut mengisi posisi yang sempat kosong sejak PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama.

|
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IG TIMNAS INDONESIA
Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia.

Pelatih asal Britania Raya tersebut mengisi posisi yang sempat kosong sejak PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama pada Oktober 2025 lalu.

Penunjukan John Herdman menandai babak baru dalam perjalanan Timnas Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan ilmiah dan kemampuan membangun tim dari nol ini diharapkan mampu membawa Skuad Garuda bersaing lebih kompetitif di level Asia hingga dunia.

Meski demikian, keputusan PSSI ini mendapat beragam tanggapan dari kalangan pengamat dan pencinta sepak bola nasional.

Pengamat sepak bola Sumatera Utara, Indra Efendi Rangkuti, menilai penunjukan Herdman patut diapresiasi, namun tetap menyisakan kekhawatiran tersendiri.

“Kita tentu harus memberikan kesempatan kepada John Herdman untuk membenahi Timnas Indonesia. Tetapi jujur saya sedikit khawatir, karena sejauh ini pelatih-pelatih dari Britania Raya yang menangani Timnas Indonesia belum pernah ada yang benar-benar sukses. Sudah ada tiga pelatih sebelumnya,” ujar Indra.

Tiga pelatih asal Britania Raya yang pernah menukangi Timnas Indonesia sebelum Herdman adalah Jim Bryden (Inggris), Peter Withe (Inggris), dan Simon McMenemy (Skotlandia).

Jim Bryden menangani Timnas Indonesia U-16 pada periode 2001–2002.

Indra mengenang, saat itu Bryden membawa Timnas U-16 menjalani pemusatan latihan di Medan, tepatnya di mess Stadion TD Pardede. Program tersebut berada di bawah dukungan almarhum Joni Pardede selaku bapak angkat tim.

“Waktu itu banyak pemain yang kemudian hari menjadi bintang sepak bola nasional, seperti Tony Sucipto. Namun target juara AFF U-17 tahun 2002 tidak tercapai. Akhirnya Jim Bryden diputus kontraknya dan digantikan Erik Williams,” jelas Indra.

Pelatih Britania Raya berikutnya adalah Peter Withe yang menangani Timnas Senior dan U-23 Indonesia pada 2004–2006. Withe datang dengan reputasi mentereng sebagai mantan pemain Aston Villa yang pernah menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris, serta eks pemain Timnas Inggris.

Namun, kiprahnya di Indonesia juga dinilai belum memenuhi ekspektasi.

“Di Piala AFF 2004 kita hanya sampai final dan menjadi runner-up. Di SEA Games 2005 pun gagal meraih target. Semua target yang dibebankan kepadanya tidak tercapai,” tambah Indra.

Selanjutnya, Simon McMenemy dari Skotlandia ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2018–2019. Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia tampil buruk pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

“Lima pertandingan dijalani tanpa satu pun kemenangan. Akhirnya Simon McMenemy diberhentikan dan digantikan oleh Shin Tae-yong,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved