Berita Olahraga

Tampil di Dua Nomor Beregu, Pebiliar Sumut Marlando Sihombing Bawa Pulang Dua Perunggu SEA Games

Pebiliar asal Sumatra Utara (Sumut), Marlando Sihombing, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai atlet nasional.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
SEA GAMES - Pebiliar Sumut Marlando Sihombing ketika tampil di nomor English Biliard di SEA Games XXXIII Thailand 2025. Marlando sukses menyumbangkan dua medali perunggu untuk Indonesia dari dua nomor beregu cabor biliar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pebiliar asal Sumatra Utara (Sumut), Marlando Sihombing, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai atlet nasional dengan menyumbangkan dua medali perunggu bagi Kontingen Indonesia pada ajang SEA Games XXXIII Thailand 2025. Pada multi event olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, Marlando tampil di dua nomor beregu, yakni Snooker 6 Red Team dan English Billiard Team.

Di nomor Snooker 6 Red Team, Marlando tergabung dalam satu tim bersama Gebby Adi Wibawa Putra dan Dhendy Kristanto. Sementara pada nomor English Billiard Team, ia kembali berkolaborasi dengan Gebby Adi Wibawa Putra, ditambah Toni Setiadi. Meski sama-sama berujung medali perunggu, perjalanan Marlando di kedua nomor tersebut memiliki dinamika dan cerita yang berbeda.

Marlando menjelaskan bahwa pada nomor English Billiard, dirinya turun langsung bersama Toni Setiadi, sementara Gebby berperan sebagai pemain cadangan. Ia mengungkapkan bahwa tim Indonesia memulai pertandingan dengan semangat yang sangat tinggi. Bahkan, Indonesia sempat unggul jauh dari Myanmar yang akhirnya keluar sebagai peraih medali emas.

“Di nomor English billiard kami sangat bersemangat di awal pertandingan. Kami sempat leading 2-0 lebih dulu atas Myanmar. Saat itu mereka sempat terlihat takut menghadapi kami,” ujar Marlando melalui seluler kepada Tribun Medan, Senin (15/12/2025). 

Ia menambahkan, pada partai tunggal, Toni Setiadi berhasil meraih kemenangan, disusul dirinya yang juga mampu mengamankan poin. Namun, situasi berubah saat memasuki partai ganda. Menurut Marlando, pada nomor tersebut Indonesia seharusnya bisa mengamankan kemenangan dengan skor telak 3-0, namun peluang emas itu gagal dimaksimalkan.

“Di partai double kami kurang tepat mengambil keputusan. Ada beberapa situasi yang seharusnya bisa dimenangkan, tapi tidak termanfaatkan dengan baik. Kendalanya, rekan saya juga masih pendatang baru, sehingga tingkat pressurenya lebih tinggi dibandingkan saya,” tuturnya.

Marlando juga mengakui bahwa dirinya sendiri masih melakukan beberapa kesalahan krusial. Ia menilai ada momen di mana seharusnya ia bermain bertahan, namun justru memilih melakukan serangan yang berujung kesalahan.

“Itu murni salah pengambilan keputusan dari saya. Kalau teman saya, memang secara pengalaman masih kurang, terutama dalam kualitas bertahan dan menyerang, sehingga belum bisa memberikan tekanan maksimal ke lawan,” tambahnya.

Sementara itu, pada nomor Snooker 6 Red Team, Marlando berperan sebagai pemain cadangan. Meski tidak turun langsung di sebagian besar laga, ia mengaku dapat melihat secara jelas jalannya pertandingan dan performa rekan-rekannya. Menurutnya, faktor kepercayaan diri menjadi kendala utama yang membuat tim Indonesia gagal melangkah ke final.

“Kalau di snooker, yang bermain itu rekan saya. Dari pengamatan saya, mereka sebenarnya punya peluang masuk final, tapi kurang percaya diri. Padahal sebelumnya kami berhasil mengalahkan tim unggulan sesungguhnya, yakni Thailand, yang notabene menjadikan nomor ini sebagai andalan mereka,” ungkap Marlando.

Meski sempat merasa kecewa hanya mampu membawa pulang dua medali perunggu, Marlando menegaskan bahwa hasil tersebut justru menjadi pukulan positif sekaligus bahan evaluasi penting baginya. Ia menilai peluang Indonesia di cabang olahraga billiard sebenarnya sangat besar, asalkan mampu memaksimalkan persiapan dan memperkuat mental bertanding.

“Dari SEA Games ini saya semakin jelas melihat bahwa peluang Indonesia itu sangat besar. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan diri, terutama dari latihan di pelatnas. Mental bertanding harus diasah lebih keras agar bisa meraih podium tertinggi,” katanya.

Marlando juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Erick Thohir atas dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan SEA Games 2025. Ia menilai, pada edisi kali ini, dukungan yang diberikan sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.

“SEA Games kali ini benar-benar mendapat support penuh. Tidak ada kekurangan sedikit pun dalam persiapan. Tinggal dari atletnya saja yang harus bekerja lebih keras untuk memperkuat mental dan mindset,” ujarnya.

Menurut Marlando, salah satu aspek terpenting yang perlu dievaluasi ke depan adalah mindset juara, yakni menempatkan diri sebagai calon peraih medali emas sejak awal. Ia menilai, secara kualitas, perbedaan kemampuan antarnegara di level SEA Games tidak terlalu signifikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved