Siantar Terkini

Sidak Pasar jelang Ramadan 2026, Pemko Siantar Temukan Harga Minyakita di Atas HET

Pemko Siantar menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
SIDAK PASAR - Kunjungan lapangan Pemko Siantar ke Pasar Horas untuk melihat mutu dan harga sembako jelang Ramadhan 2026, Selasa (10/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan telah menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Selasa (10/2/2026) di sejumlah titik. 

Hasilnya, Tim Gabungan menemukan harga pangan, khususnya minyak goreng Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyak subsidi ini beredar di pasaran dengan harga Rp 17.000/liter

"Kemarin kita telah melakukan sidak dan pengecekan terhadap distributor yang menjual Minyakita secara grosiran dengan harga di atas HET. Ternyata, karena rantai distribusi yang terlalu panjang. Di mana, distributor membeli Minyakita dengan harga Rp15.000/liter, dan menjual ke pengecer dengan harga Rp16.000/liter," kata Sekda Junaedi A Sitanggang kepada wartawan Rabu (11/2/2026). 

Dikatakan Junaedi, Pemko Siantar akan terus melakukan sidak untuk memantau harga, keamanan, dan mutu pangan dalam  menjaga stabilisasi harga pangan dan menjamin keamanan dan mutu pangan, terutama menjelang HBKN.

"Koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi pelaksanaan kegiatan pemantauan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan," kata Junaedi.

Junaedi menyampaikan, bahan pokok yang menjadi pantauan prioritas adalah komoditas beras, minyak goreng Minyakita, dan gula pasir. Hasil pantauan, harga beras premium Rp15.300/kilogram (kg), beras medium Rp14.000/kg, beras SPHP Rp12.400/kg, gula pasir Rp17.500/kg, telur ayam ras Rp27.000/kg, daging ayam ras Rp42.000/kg.

Kemudian untuk daging sapi Rp120.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, cabai rawit Rp32.000/kg, dan cabai merah keriting Rp38.000/kg.

"Pantauan di beberapa kios di Pasar Horas, terdapat beberapa yang sudah menjual sesuai HET, yaitu Rp.15.700/liter. Namun melalui pengawasan yang dilakukan, ditemukan MinyaKita yang dijual dengan harga Rp17.000/liter," kata Junaedi. 

"Tim Saber telah melakukan pembinaan kepada distributor terkait kebijakan HET Minyakita dan mengarahkan distributor tersebut sebagai D1 yang langsung ke produsen Minyakita," terang Junaedi.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog diminta menambah Rumah Pangan Kita (RPK) untuk memperluas penyaluran Minyakita dan mencegah penjualan di atas HET.

Selain itu, dalam rangka menghadapi HBKN, Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan akan mengadakan kegiatan Pasar Murah Keliling setiap minggu serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada  12-13 Februari 2026.

Selanjutnya, kata Junaedi, akan dilaksanakan pemantauan harga, keamanan, dan mutu pangan bersama Tim Satgas Saber untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan komposisi tim dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian; Bagian Ekonomi Setdako Pematangsiantar, Unit Ekonomi Satreskrim Polres Pematangsiantar, Kontributor SP2KP, dan Kantor Cabang Bulog Pematangsiantar. 

(alj/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved