Memasuki Masa Panen, Kota Siantar dan Labuhanbatu Alami Deflasi

Secara tahunan, inflasi masih berada di level 4,70 persen (yoy), sementara inflasi tahun berjalan tercatat -0,11 persen (ytd).

Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
SIDAK BULOG - Pemko Pematangsiantar memantau kebutuhan beras di Gudang Bulog Jalan Medan Pematangsiantar pada Januari 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di dua daerah yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, tercatat mengalami deflasi per Januari 2026.

Syandrina Harahap dari Seksi Informasi KPw Bank Indonesia Pematangsiantar melaporkan bahwa untuk di Kota Pematangsiantar, deflasi bulanan tercatat sebesar -0,11 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi masih berada di level 4,70 persen (yoy), sementara inflasi tahun berjalan tercatat -0,11 persen (ytd).

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mengalami deflasi yang lebih dalam, yakni -0,83 persen (mtm). Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,73 persen (yoy) dengan inflasi tahun berjalan -0,83 persen (ytd).

"Harga Pangan Turun, Emas Masih Naik Deflasi pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi, sehingga pasokan komoditas pangan meningkat dan harga cenderung turun," sebut laporan inflasi bulanan yang disampaikan BI Pematangsiantar.

Baca juga: Apa Itu Deflasi, Simak Penjelasannya dan Dampak Bagi Indonesia

Selain itu, efek tingginya inflasi pada Desember 2025 (base effect) turut mendorong penurunan harga pada awal tahun. Di Kota Pematangsiantar, penurunan harga terutama disumbang oleh cabai merah, andaliman, dan cabai rawit.

Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, deflasi banyak dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Ada pun wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar memiliki sentra pertanian seperti di Simalungun, Batubara Asahan, Labuhanbatu Raya. Khusus Simalungun juga memiliki sumber daya pertanian holtikultura yang beragam.

Meski demikian, tekanan deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan. Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mengalihkan investasi ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga harga emas meningkat cukup signifikan di kedua wilayah. Selain emas, beberapa komoditas ikan juga turut memberikan andil inflasi.

"Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Untuk menjaga stabilitas harga, KPwBI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor," ujarnya.

Sepanjang Januari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan, antara lain Focus Group Discussion (FGD) Inflasi dilakukan di Kota Pematangsiantar yang melibatkan Bank Indonesia, OPD, BPS, dan Bulog.

FGD rutin ini menjadi wadah untuk menyusun langkah antisipatif, termasuk rencana peluncuran Early Warning System (EWS), pelaksanaan pasar murah, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.

Selain itu, di Kabupaten Labuhanbatu, KPwBI Pematangsiantar turut mendorong penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diikuti oleh 15 (lima belas) Kelompok Wanita Tani (KWT).

Komitmen pengendalian inflasi juga ditegaskan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Kota Pematangsiantar yang dirangkaikan dengan peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) pada akhir Januari 2026.

Ke depan, deflasi diperkirakan masih berlanjut pada Februari 2026 seiring dengan meningkatnya pasokan akibat musim panen dan curah hujan yang cukup. Namun demikian, tekanan inflasi berpotensi meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri pada triwulan I 2026.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved