Berita Siantar Terkini
Bawang Merah Jadi Penyebab Inflasi di Siantar dan Labuhanbatu per Agustus 2025
Tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar berada di angka yang masih tinggi dengan capaian inflasi sebesar 1,21% dibanding periode sebelumnya
Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Bank Indonesia - Kantor Perwakilan Pematangsiantar melaporkan laju inflasi per Agustus 2025. Dua daerah pengecekan dilaporkan mengalami inflasi yakni Kota Pematangsiantar 1,21 persen (mtm); 4,02 % (ytd); 5,44 % (yoy); dan Kabupaten Labuhanbatu 2,09 % (mtm); 3,08 % (ytd); 4,69 % (yoy).
Sementara laporan inflasi untuk Sumatera Utara tercatat sebesar 1,37 % (mtm); 2,93 % (ytd); 4,42 % (yoy) dan Nasional mengalami deflasi -0,08 % (mtm); 1,60 % (ytd); 2,31 % (yoy).
Syasya Harahap dari Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPw BI Pematang Siantar menyampaikan bahwa pada Agustus 2025, tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar berada pada angka yang masih tinggi dengan capaian inflasi sebesar 1,21 % (mtm) dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,79 % (mtm).
Selain itu, Kabupaten Labuhanbatu pada Agustus 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,09 % (mtm), mengalami lonjakan peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi 0,43 % (mtm).
“Inflasi Kota Pematangsiantar, komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar Bawang Merah 0,19 % ; Cabai Merah 0,10?n Daging Ayam Ras 0,08 % .
Komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar adalah Jeruk -0,02 % ; Tomat -0,02 % ; dan Sawi Hijau -0,01 % .
Sementara, di Kabupaten Labuhanbatu, Komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu adalah Bawang Merah 0,45 % ; Cabai Rawit 0,44 % ; dan Cabai Merah 0,33 %
Komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu adalah Tomat -0,07 % ; Bawang Putih -0,07 % ; dan Kelapa -0,05 % .
“Kenaikan harga bawang merah, cabai merah dan cabai rawit dimaksud dikarenakan pasokan yang terbatas di wilayah Sumatera Utara akibat dari kondisi kemarau yang masih berjalan, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Simalungun, Karo dan Batubara,” kata Syasya.
Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor cuaca, biaya produksi, dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan menjadi pemicu utama inflasi di bulan Agustus 2025.
BI pun menggandeng Pemerintah Daerah untuk Pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di SISIBATASLABUHAN sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah di seluruh wilayah Sisibataslabuhan pada September 2025 ini.
(alj/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
| Gapura Kampung Kristen Ambruk di Siantar, Pemerintah Tunggu Iktikad Baik Sopir Truk Over Dimensi |
|
|---|
| Kini 5 Masjid di Siantar Punya Keran Air Siap Minum untuk Jemaah Muslim, Ini Lokasinya |
|
|---|
| Tahun 2026, Pemko Siantar Anggarkan Rp 8 Miliar Untuk Revitalisasi Stadion Sang Naualuh |
|
|---|
| Sekda Siantar Sebut Pembelian Rumah Singgah Covid-19 Taati Azas Transparansi dan Akuntabilitas |
|
|---|
| Tak Jadi Berkantor di Eks-Rumah Singgah Covid-19, BPBD Siantar Beber Alasan Tim Response Rate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-Pasar-Horas-Kota-Pematangsiantar_Inflasi-di-Kota-Pematang-Siantar_.jpg)